Tag Archives: anak

Diabetes incar anak-anak

Diabetes incar anak-anak

Jakarta (ANTARA News) – Diabetes tipe 2 dapat menyerang anak-anak dan remaja selain orang tua.

“Saat ini banyak anak-anak, terutama remaja yang terserang diabetes tipe 2,” ujar Prof. dr. Jose Rizal Latief Batubara, SpA(k), PhD. pada sebuah media edukasi di Jakarta, pada Kamis.

Pemicunya menurut Jose adalah  gaya hidup dan pola makan yang serba instan dan bergula. Anak-anak yang banyak makan  makanan dengan kadar glikemik tinggi cenderung memiliki nafsu makan yang tinggi. Pertambahan berat badan mereka juga tidak sehat.

Kelebihan gula ini juga dapat mengganggu kualitas tidur sehingga mempengaruhi proses belajar dan perkembangan emosi.

Prof. Jose yang merupakan Guru Besar Endokrin Anak FKUI/RSCM, mengatakan  penyebab diabetes melitus bukan hanya karena faktor genetik atau keturunan.

“Kelompok usia muda sangat rentan terhadap beban karbohidrat yang tinggi, yang menyebabkan meningkatkan kadar gula darah dan memicu diabetes tipe 2,” ujar Prof. Jose.

Gejala penyakit diabetes tipe 2 pada anak, tidak berbeda dengan gejala yang diderita oleh orang dewasa, seperti mudah haus, cepat lelah, mudah lapar, dan sering buang air kecil dan berkeringat.

“Luka yang lama kering atau sembuh juga merupakan salah satu gejala, namun itu tidak menjadi acuannya,” kata Prof. Jose.

DR. dr. Fiastuti Witjaksono, Msc, MS, Sp.GK dari Departemen ilmu Gizi FKUI, yang turut hadir dalam media edukasi itu, mengatakan bahwa diet dengan mengurangi karbohidrat dan memperbanyak serat dan makanan dengan index glikemik rendah, dapat dilakukan untuk mencegah atau menekan efek negatif dari penyakit diabetes tipe 2.

“Susu yang mengandung gula tambahan seperti sukrosa dapat mengurangi nilai gizi susu dan kecenderungan kelebihan glikemia dan insulin,” ujar dr. Fiastuti.

anak, diabetes, incar, diabetes incar, incar anak, farma, obesitas, berita, lemak, nasional, nasional farma, anak diabetes, sensor lemak, berfungsi, lemak berfungsi, akibatkan, berfungsi akibatkan, akibatkan penyakit, hati, penyakit hati, hati obesitas, lidah, ternyata, lidah ternyata, mampu, ternyata mampu, mengenali, mampu mengenali, rasa, mengenali rasa, rasa lemak, masalah, masalah berat, badan adalah, soal, adalah soal, soal politik, operasi, caesar, operasi caesar, hasilkan, caesar hasilkan, hasilkan anak, anak obesitas, obesitas orang, malaysia, orang malaysia, tertinggi, malaysia tertinggi, tertinggi dalam, dalam obesitas, tanam ratusan, pesepeda, asal, pesepeda asal, melbourne, asal melbourne, pasaman, warga pasaman, pasaman barat, lahirkan, barat lahirkan, farma federasi, jumlah, penderita, jumlah penderita, penderita diabetes, deteksi, diabetes deteksi, dini, deteksi dini, dini diabetes, jose, karbohidrat, hiburan,

Waspadai Bila Testis Bayi Tidak Turun

Waspadai Bila Testis Bayi Tidak Turun

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah data menunjukkan bahwa sekitar 2 hingga 5 persen bayi yang baru lahir mengalami kelainan pada perkembangan seksual di mana testis (buah zakar) tidak turun atau tidak tersimpan sebagaimana mestinya di kantung testis (skrotum). Tidak turunnya testis juga menjadi salah satu pemicu gangguan kesuburan pada pria dewasa.

Demikian disampaikan Dr. Nur Rasyid SpU, ahli urologi dari Rumah Sakit Asri, saat acara media edukasi bertema Faktor Spermatozoa Penyebab Infertilitas Pria, Rabu, (22/2/2012) di Jakarta.

“Menurunkan testis harus dilakukan pada usia sebelum usia 1 tahun. Karena, jika dilakukan setelah satu tahun akan terjadi perubahan dari sel yang berisiko menjadi kanker,” katanya.

Rasyid menerangkan, dulu penurunan testis masih sering dilakukan setelah anak berusia lebih dari satu tahun. Tapi seiring dengan perkembangan dunia kedokteran, hal itu kini sudah tidak diperkenankan lagi. “Kalau diturunkan di atas dua tahun, sebenarnya biji kemaluan sudah tidak berfungsi lagi untuk memproduksi spermatozoa,” katanya.

Meski begitu, Rasyid tetap menganjurkan supaya penurunan testis tetap dilakukan meski usia orang tersebut sudah lebih dari dua tahun atau bahkan dewasa. Kenapa?

Karena menurutnya, apabila testis tetap berada didalam perut (tidak diturunkan), pasien memiliki risiko lebih besar terkena kanker testis.  “Jadi tujuannya dikeluarkan saat dewasa adalah untuk memonitoring, kalau sewaktu-waktu dia berubah menjadi kanker,” terangnya.

Cukup mudah untuk memeriksa apakah testis pada bayi turun atau tidak. Biasanya dokter akan memeriksa daerah pangkal paha bayi, dari pinggang sampai ke skrotum. Apabila testis tidak turun, maka akan dilakukan pemeriksaan melalui USG atau rontgen untuk mengetahui posisi testis.

“Kalau USG tidak bisa, cara terakhir dapat dilakukan dengan laparoskopi, yakni membuat satu sayatan kecil di bawah pusar. Begitu biji kemaluannya ketemu bisa diturunkan pakai laparoskopi,” ucapnya.

Ia menuturkan, apabila kedua biji kemaluan tidak turun, kemampuan seseorang untuk mempunyai anak dikemudian hari akan sangat kecil (90 persen).  Sementara jika yang turun hanya satu, peluang memiliki anak sekitar 30 persen.

Menurunkan, testis, harus dilakukan, pada, usia, sebelum, usia, 1 tahun, Karena, jika, dilakukan, setelah, satu, tahun, akan, terjadi, perubahan, dari, sel yang, berisiko, menjadi, kanker,” katanya, Rasyid, menerangkan, dulu, penurunan, testis, masih, sering, dilakukan, setelah, anak, berusia, lebih dari, satu tahun, Tapi seiring, dengan, perkembangan, dunia, kedokteran, hal, itu kini, sudah, tidak, diperkenankan, lagi, “Kalau, diturunkan, di atas, dua, tahun, sebenarnya, biji, kemaluan, sudah, tidak, berfungsi, lagi, untuk, memproduksi, spermatozoa, katanya, Meski, begitu, Rasyid, tetap, menganjurkan, supaya, penurunan, testis, tetap, dilakukan, meski, usia, orang, tersebut, sudah, lebih, dari, dua, tahun, atau, bahkan, dewasa, Kalau, USG, tidak, bisa, cara, terakhir, dapat, dilakukan, dengan, laparoskopi, yakni, membuat, satu, sayatan, kecil, di bawah, pusar, Begitu, biji, kemaluannya, ketemu, bisa, diturunkan, pakai, laparoskopi,

Posisi Seks Tentukan Jenis Kelamin Anak?

Posisi Seks Tentukan Jenis Kelamin Anak?

TANYA :

Prof., teman saya pernah mengatakan kalau ingin mempunyai anak laki-laki atau perempuan, itu bergantung posisi miring pada saat berhubungan seksual. Apakah itu benar? Jika benar, untuk mendapatkan anak laki-laki, sebaiknya miring ke arah mana dan kapan waktu yang tepat untuk melakukannya?

(Dianti, 18, Jakarta)
JAWAB :

Tidak ada pengaruh posisi miring atau yang lain terhadap jenis kelamin anak yang akan dihasilkan. Tetapi memang ada faktor tertentu yang berpengaruh terhadap jenis kelamin anak dalam konteks hubungan seksual.

Pertama, hubungan seksual yang dilakukan tepat pada saat subur kemungkinan akan menghasilkan anak laki-laki. Alasannya, spermatozoa Y yang mengandung kromosom laki-laki akan lebih dulu mencapai sel telur.

Kedua, kalau perempuan orgasme lebih dulu, maka suasana di dalam vagina menjadi bersifat basa. Akibatnya spermatozoa Y lebih tahan hidup dan mampu membuahi sel telur. Tetapi tentu saja teori ini tidak seratus persen menghasilkan jenis kelamin anak yang diinginkan.

seks, anak, jenis, posisi, kelamin, jenis kelamin, posisi seks, kelamin anak, tentukan, seks tentukan, tentukan jenis, laki, usia, tidak harga, hitam putih, kehidupan, putih kehidupan, kehidupan, anak laki, miring, perempuan, mengatakan, mengatakan kalau, kalau ingin, mempunyai, ingin mempunyai, mempunyai anak, laki atau, atau perempuan, bergantung, perempuan bergantung, bergantung posisi, miring pada, berhubungan, saat berhubungan, orgasme, kelamin bayi, tepat, dapat, obat, vitamin, obat vitamin, orgasme jenis, istri, menolak, istri menolak, yang mengatakan, berhubungan seks, psikologi, alternatif psikologi, psikologi konsultasi, konsultasi anak, kandungan, anak kandungan, umum, terhadap jenis, anak yang, yang akan, tetapi, hubungan, hubungan seksual, menghasilkan, spermatozoa, dulu, lebih dulu, telur, menjadi, memberi, seks lebih, menyenangkan, lebih menyenangkan, pakai, menyenangkan pakai, sehat, mata sehat, ikuti, sehat ikuti, saran, ikuti saran, menjaga, performa,

Perokok Lelaki Kurang Sperma

Perokok Lelaki Kurang Sperma

LONDON: Lebih dua setengah juta lelaki di Britain menghadapi risiko tinggi kurang subur dengan meneruskan tabiat merokok, pengambilan minuman keras, dan makan terlalu banyak.

Doktor berkata, lelaki perlu memulakan gaya hidup lebih sihat untuk meningkatkan peluang mereka memiliki anak.

Satu tinjauan mendedahkan angka lelaki yang mempunyai bilangan sperma rendah begitu mengejutkan.

Akhbar Daily Mail melaporkan, penyelidik sudah menemui peningkatan bilangan lelaki yang dirawat kerana masalah kesuburan, sesuatu yang sebelum ini dianggap sebagai masalah wanita.

Di kalangan pasangan yang mempunyai masalah kesuburan, anggaran 40 peratus kes disebabkan pasangan lelaki.

Pakar mendapati kualiti dan kuantiti sperma lelaki menurun dan menjangkakan dalam masa sedekad lagi, satu dalam setiap tiga pasangan akan memerlukan rawatan kesuburan.

Beberapa kajian lain menunjukkan purata kadar sperma menurun lebih separuh.

Puncanya masih belum diketahui walaupun pakar mengesyaki faktor gaya hidup seperti alkohol dan penggunaan dadah, kurang bersenam dan kegemukan menyumbang kepada masalah itu.

Faktor lain

Pencemaran, penggunaan racun serangga dan hormon wanita dalam bekalan air minum.

Tinjauan oleh doktor Britain dan pesakit mereka mendapat sembilan peratus lelaki Britain iaitu 2.5 juta berdepan masalah bilangan sperma rendah.

Hampir separuh doktor – 44 peratus – mendakwa merokok ialah punca utama, menurut tinjauan yang dilakukan bagi Kesatuan Penjagaan Kesihatan Norwich.

Hampir satu bagi setiap 10 berkata, pengambilan alkohol menjejaskan bilangan sperma walaupun sebelum pengenalan perubahan lesen yang akan membawa kepada tempoh minum lebih panjang.

Dua daripada tiga doktor mahukan orang awam lebih menyedari isu itu tetapi 90 peratus berkata mereka tidak mempunyai masa membuka klinik kesuburan lelaki atau perkhidmatan seumpamanya.

Dr Ann Robinson berkata, tinjauan itu adalah satu amaran kepada penduduk muda Britain.

“Gaya hidup ialah sumbangan terbesar kepada kesihatan dan kesuburan lelaki cuma satu bidang yang terjejas oleh gaya hidup tidak sihat.

“Keputusan ini amat memeranjatkan dan sepatutnya menjadi alat penggera kepada lelaki dan wanita supaya menyedari minum dan merokok terlalu banyak boleh menjejaskan kemampuan memiliki keluarga,” katanya

kesihatan, laman, lelaki, laman kesihatan, sperma, kurang, perokok, perokok lelaki, lelaki kurang, kurang sperma, memiliki, lelaki yang, yang mempunyai, rendah, sperma rendah, masalah kesuburan, sebelum, sebagai, menurun, masa, setiap, tiga, akan, lain, separuh, walaupun, faktor, alkohol, penggunaan, hampir, ialah, punca, utama, punca utama, penjagaan, menjejaskan, menyedari, kesuburan lelaki, keluarga, lebih, dua, setengah, juta, lelaki, Britain, risiko, tinggi, kurang, subur, meneruskan, tabiat, merokok, pengambilan, minuman, keras, Doktor, berkata, lelaki, memulakan, gaya, hidup, peluang, memiliki, anak