Tag Archives: berfungsi

7 Cara Maksimakan Tidur untuk Bakar Kalori

7 Cara Maksimakan Tidur untuk Bakar Kalori

Menurunkan berat badan membutuhkan perhatian dan dedikasi dari orang-orang yang mengejar kesehatan. Berolahraga hingga mengeluarkan banyak keringat dilakukan dengan harapan membakar kalori sebanyak mungkin.
Ketika usia masih relatif muda dan punya cukup stamina, Anda mungkin masih mampu melakukan latihan dengan sering. Tetapi ketika Anda menginjak usia pertengahan, olahraga-olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik menjadi sangat berisiko, sehingga Anda mulai mencari beragam alternatif  untuk membantu Anda membakar kalori.
Salah satu cara yang mungkin bisa dilakukan adalah memaksimalkan pembakaran kalori di saat tubuh beristirahat.  Mungkin banyak yang tak percaya bahwa Anda sebenarnya bisa membakar banyak kalori saat tidur. Tapi ini memang benar-benar bisa terjadi!
Berikut adalah beberapa kebiasaan yang jika diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu anda menurunkan berat badan selagi Anda sedang lelap tertidur :
1. Makan malam 3 jam sebelum tidur 
Jika Anda makan malam sesaat sebelum tidur, maka proses pencernaan menjadi tidak lengkap dan sistenya menjadi lambat. Tidak hanya akan membuat timbunan lemak bertambah, tetapi juga akan merusak sistem pencernaan yang menyebabkan masalah seperti sembelit dan keasaman. Makan malam lebih awal akan memastikan pencernaan yang tepat dan membantu menjaga sistem pencernaan  dan tingkat metabolisme yang baik selagi Anda beristirahat.
2. Berjalan setelah makan

Berjalanlah setelah Anda menyantap makan malam dengan kecepatan lambat ataupun sedang. Ini membantu sistem pencernaan berfungsi lebih baik dan menjaga agar metabolisme tetap tinggi selama jam tidur. Kualitas tidur Anda juga meningkat dengan melakukan jalan kaki selama beberapa saat.

Cara, Maksimalkan, Tidur, untuk, Bakar, Kalori, Makan, malam, jam, sebelum, tidur, Jika, makan, malam, sesaat, sebelum, tidur, proses, pencernaan, lengkap, lambat, membuat, timbunan, lemak, bertambah, merusak, pencernaan, menyebabkan, masalah, sembelit, keasaman, Berjalan, setelah, makan, menyantap, makan, malam, kecepatan, lambat, membantu, sistem, pencernaan, berfungsi, menjaga, agar, metabolisme, tinggi, selama, jam, tidur, pencernaan, tepat, membantu, menjaga, sistem, pencernaan, tingkat, metabolisme, beristirahat, kalori, saat, tidur, alternatif

Diabetes incar anak-anak

Diabetes incar anak-anak

Jakarta (ANTARA News) – Diabetes tipe 2 dapat menyerang anak-anak dan remaja selain orang tua.

“Saat ini banyak anak-anak, terutama remaja yang terserang diabetes tipe 2,” ujar Prof. dr. Jose Rizal Latief Batubara, SpA(k), PhD. pada sebuah media edukasi di Jakarta, pada Kamis.

Pemicunya menurut Jose adalah  gaya hidup dan pola makan yang serba instan dan bergula. Anak-anak yang banyak makan  makanan dengan kadar glikemik tinggi cenderung memiliki nafsu makan yang tinggi. Pertambahan berat badan mereka juga tidak sehat.

Kelebihan gula ini juga dapat mengganggu kualitas tidur sehingga mempengaruhi proses belajar dan perkembangan emosi.

Prof. Jose yang merupakan Guru Besar Endokrin Anak FKUI/RSCM, mengatakan  penyebab diabetes melitus bukan hanya karena faktor genetik atau keturunan.

“Kelompok usia muda sangat rentan terhadap beban karbohidrat yang tinggi, yang menyebabkan meningkatkan kadar gula darah dan memicu diabetes tipe 2,” ujar Prof. Jose.

Gejala penyakit diabetes tipe 2 pada anak, tidak berbeda dengan gejala yang diderita oleh orang dewasa, seperti mudah haus, cepat lelah, mudah lapar, dan sering buang air kecil dan berkeringat.

“Luka yang lama kering atau sembuh juga merupakan salah satu gejala, namun itu tidak menjadi acuannya,” kata Prof. Jose.

DR. dr. Fiastuti Witjaksono, Msc, MS, Sp.GK dari Departemen ilmu Gizi FKUI, yang turut hadir dalam media edukasi itu, mengatakan bahwa diet dengan mengurangi karbohidrat dan memperbanyak serat dan makanan dengan index glikemik rendah, dapat dilakukan untuk mencegah atau menekan efek negatif dari penyakit diabetes tipe 2.

“Susu yang mengandung gula tambahan seperti sukrosa dapat mengurangi nilai gizi susu dan kecenderungan kelebihan glikemia dan insulin,” ujar dr. Fiastuti.

anak, diabetes, incar, diabetes incar, incar anak, farma, obesitas, berita, lemak, nasional, nasional farma, anak diabetes, sensor lemak, berfungsi, lemak berfungsi, akibatkan, berfungsi akibatkan, akibatkan penyakit, hati, penyakit hati, hati obesitas, lidah, ternyata, lidah ternyata, mampu, ternyata mampu, mengenali, mampu mengenali, rasa, mengenali rasa, rasa lemak, masalah, masalah berat, badan adalah, soal, adalah soal, soal politik, operasi, caesar, operasi caesar, hasilkan, caesar hasilkan, hasilkan anak, anak obesitas, obesitas orang, malaysia, orang malaysia, tertinggi, malaysia tertinggi, tertinggi dalam, dalam obesitas, tanam ratusan, pesepeda, asal, pesepeda asal, melbourne, asal melbourne, pasaman, warga pasaman, pasaman barat, lahirkan, barat lahirkan, farma federasi, jumlah, penderita, jumlah penderita, penderita diabetes, deteksi, diabetes deteksi, dini, deteksi dini, dini diabetes, jose, karbohidrat, hiburan,

Waspadai Bila Testis Bayi Tidak Turun

Waspadai Bila Testis Bayi Tidak Turun

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah data menunjukkan bahwa sekitar 2 hingga 5 persen bayi yang baru lahir mengalami kelainan pada perkembangan seksual di mana testis (buah zakar) tidak turun atau tidak tersimpan sebagaimana mestinya di kantung testis (skrotum). Tidak turunnya testis juga menjadi salah satu pemicu gangguan kesuburan pada pria dewasa.

Demikian disampaikan Dr. Nur Rasyid SpU, ahli urologi dari Rumah Sakit Asri, saat acara media edukasi bertema Faktor Spermatozoa Penyebab Infertilitas Pria, Rabu, (22/2/2012) di Jakarta.

“Menurunkan testis harus dilakukan pada usia sebelum usia 1 tahun. Karena, jika dilakukan setelah satu tahun akan terjadi perubahan dari sel yang berisiko menjadi kanker,” katanya.

Rasyid menerangkan, dulu penurunan testis masih sering dilakukan setelah anak berusia lebih dari satu tahun. Tapi seiring dengan perkembangan dunia kedokteran, hal itu kini sudah tidak diperkenankan lagi. “Kalau diturunkan di atas dua tahun, sebenarnya biji kemaluan sudah tidak berfungsi lagi untuk memproduksi spermatozoa,” katanya.

Meski begitu, Rasyid tetap menganjurkan supaya penurunan testis tetap dilakukan meski usia orang tersebut sudah lebih dari dua tahun atau bahkan dewasa. Kenapa?

Karena menurutnya, apabila testis tetap berada didalam perut (tidak diturunkan), pasien memiliki risiko lebih besar terkena kanker testis.  “Jadi tujuannya dikeluarkan saat dewasa adalah untuk memonitoring, kalau sewaktu-waktu dia berubah menjadi kanker,” terangnya.

Cukup mudah untuk memeriksa apakah testis pada bayi turun atau tidak. Biasanya dokter akan memeriksa daerah pangkal paha bayi, dari pinggang sampai ke skrotum. Apabila testis tidak turun, maka akan dilakukan pemeriksaan melalui USG atau rontgen untuk mengetahui posisi testis.

“Kalau USG tidak bisa, cara terakhir dapat dilakukan dengan laparoskopi, yakni membuat satu sayatan kecil di bawah pusar. Begitu biji kemaluannya ketemu bisa diturunkan pakai laparoskopi,” ucapnya.

Ia menuturkan, apabila kedua biji kemaluan tidak turun, kemampuan seseorang untuk mempunyai anak dikemudian hari akan sangat kecil (90 persen).  Sementara jika yang turun hanya satu, peluang memiliki anak sekitar 30 persen.

Menurunkan, testis, harus dilakukan, pada, usia, sebelum, usia, 1 tahun, Karena, jika, dilakukan, setelah, satu, tahun, akan, terjadi, perubahan, dari, sel yang, berisiko, menjadi, kanker,” katanya, Rasyid, menerangkan, dulu, penurunan, testis, masih, sering, dilakukan, setelah, anak, berusia, lebih dari, satu tahun, Tapi seiring, dengan, perkembangan, dunia, kedokteran, hal, itu kini, sudah, tidak, diperkenankan, lagi, “Kalau, diturunkan, di atas, dua, tahun, sebenarnya, biji, kemaluan, sudah, tidak, berfungsi, lagi, untuk, memproduksi, spermatozoa, katanya, Meski, begitu, Rasyid, tetap, menganjurkan, supaya, penurunan, testis, tetap, dilakukan, meski, usia, orang, tersebut, sudah, lebih, dari, dua, tahun, atau, bahkan, dewasa, Kalau, USG, tidak, bisa, cara, terakhir, dapat, dilakukan, dengan, laparoskopi, yakni, membuat, satu, sayatan, kecil, di bawah, pusar, Begitu, biji, kemaluannya, ketemu, bisa, diturunkan, pakai, laparoskopi,