Tag Archives: deteksi dini

Cegah kanker dengan mengubah gaya hidup

Cegah kanker dengan mengubah gaya hidup

Jakarta (ANTARA News) – Kanker merupakan salah satu penyakit yang menduduki peringkat cukup tinggi penyebab kematian sehingga pencegahan kanker sangat penting.

Caranya, menurut Ibu Negara Ani Yudhoyono, adalah dimulai dengan gaya hidup yang lebih sehat.

Ani Yudhoyono saat membuka seminar nasional tentang kanker memperingati Hari Kanker Sedunia di Istana Negara Jakarta, Rabu pagi mengatakan “Untuk melawan kanker melalui revolusi budaya hidup menjadi lebih sehat dan mengubah cara pandang kita terhadap kanker”.

Ditambahkannya untuk memperkuat semangat hidup dan kemampuan bertahan pengidap kanker, maka Ibu Negara meminta agar diagnosis kanker bagi seseorang jangan disebut dengan divonis terkena kanker.

“Bagi seorang penderita kanker janganlah dikatakan sebagai vonis tapi didiagnosis. Jadi ini juga merupkaan perubahan cara pandang kita terhadap kanker. Pemeliharaan lingkungan baik air, udara, maupun makanan termasuk pengelolaan limbah terutama bahan berbahaya dan beracun atau b3 menjadi sesuatu yang amat penting,” kata Ani.

Promotif-preventif

Sementara itu Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam sambutannya mengatakan kebijakan pemerintah tentang pengendalian kanker dititikberatkan pada upaya promotif-preventif, yaitu peningkatan perilaku hidup sehat seperti tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol dan banyak mengonsumsi sayur buah.

Menkes mengharapkan beban ekonomi pengidap kanker di Indonesia dapat ditekan melalui peningkatan perilaku hidup sehat dan dengan cara deteksi dini.

Melalui deteksi dini penyakit kanker, penderita kanker dapat ditemukan pada stadium awal dan perkembangan penyakit ke tingkat yang lebih berat dapat dicegah maupun dikendalikan.

cegah, cegah kanker, mengubah, kanker dengan, dengan mengubah, mengubah gaya, lingkungan, kanker merupakan, salah, merupakan salah, satu, salah satu, satu penyakit, penyakit yang, menduduki, yang menduduki, peringkat, menduduki peringkat, cukup, peringkat cukup, tinggi, cukup tinggi, penyebab, tinggi penyebab, kematian, penyebab kematian, sehingga, kematian sehingga, sehingga pencegahan, sangat, kanker sangat, kita terhadap, terhadap kanker, pengidap, pengidap kanker, bagi, kanker bagi, penderita, penderita kanker, maupun, makanan, promotif, preventif, promotif preventif, peningkatan, perilaku, peningkatan perilaku, perilaku hidup, hidup sehat, tidak, mengonsumsi, banyak, deteksi, dini, deteksi dini,

Diabetes incar anak-anak

Diabetes incar anak-anak

Jakarta (ANTARA News) – Diabetes tipe 2 dapat menyerang anak-anak dan remaja selain orang tua.

“Saat ini banyak anak-anak, terutama remaja yang terserang diabetes tipe 2,” ujar Prof. dr. Jose Rizal Latief Batubara, SpA(k), PhD. pada sebuah media edukasi di Jakarta, pada Kamis.

Pemicunya menurut Jose adalah  gaya hidup dan pola makan yang serba instan dan bergula. Anak-anak yang banyak makan  makanan dengan kadar glikemik tinggi cenderung memiliki nafsu makan yang tinggi. Pertambahan berat badan mereka juga tidak sehat.

Kelebihan gula ini juga dapat mengganggu kualitas tidur sehingga mempengaruhi proses belajar dan perkembangan emosi.

Prof. Jose yang merupakan Guru Besar Endokrin Anak FKUI/RSCM, mengatakan  penyebab diabetes melitus bukan hanya karena faktor genetik atau keturunan.

“Kelompok usia muda sangat rentan terhadap beban karbohidrat yang tinggi, yang menyebabkan meningkatkan kadar gula darah dan memicu diabetes tipe 2,” ujar Prof. Jose.

Gejala penyakit diabetes tipe 2 pada anak, tidak berbeda dengan gejala yang diderita oleh orang dewasa, seperti mudah haus, cepat lelah, mudah lapar, dan sering buang air kecil dan berkeringat.

“Luka yang lama kering atau sembuh juga merupakan salah satu gejala, namun itu tidak menjadi acuannya,” kata Prof. Jose.

DR. dr. Fiastuti Witjaksono, Msc, MS, Sp.GK dari Departemen ilmu Gizi FKUI, yang turut hadir dalam media edukasi itu, mengatakan bahwa diet dengan mengurangi karbohidrat dan memperbanyak serat dan makanan dengan index glikemik rendah, dapat dilakukan untuk mencegah atau menekan efek negatif dari penyakit diabetes tipe 2.

“Susu yang mengandung gula tambahan seperti sukrosa dapat mengurangi nilai gizi susu dan kecenderungan kelebihan glikemia dan insulin,” ujar dr. Fiastuti.

anak, diabetes, incar, diabetes incar, incar anak, farma, obesitas, berita, lemak, nasional, nasional farma, anak diabetes, sensor lemak, berfungsi, lemak berfungsi, akibatkan, berfungsi akibatkan, akibatkan penyakit, hati, penyakit hati, hati obesitas, lidah, ternyata, lidah ternyata, mampu, ternyata mampu, mengenali, mampu mengenali, rasa, mengenali rasa, rasa lemak, masalah, masalah berat, badan adalah, soal, adalah soal, soal politik, operasi, caesar, operasi caesar, hasilkan, caesar hasilkan, hasilkan anak, anak obesitas, obesitas orang, malaysia, orang malaysia, tertinggi, malaysia tertinggi, tertinggi dalam, dalam obesitas, tanam ratusan, pesepeda, asal, pesepeda asal, melbourne, asal melbourne, pasaman, warga pasaman, pasaman barat, lahirkan, barat lahirkan, farma federasi, jumlah, penderita, jumlah penderita, penderita diabetes, deteksi, diabetes deteksi, dini, deteksi dini, dini diabetes, jose, karbohidrat, hiburan,