Tag Archives: mengatakan

Ibu Negara : Cegah Kanker Lewat Gaya Hidup

Ibu Negara : Cegah Kanker Lewat Gaya Hidup

JAKARTA, KOMPAS.com – Kanker saat ini masih merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi.  Upaya pencegahan sejak dini menjadi sangat penting artinya, dan hal ini dapat dimulai melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

Saat membuka seminar nasional memperingati Hari Kanker Sedunia di Istana Negara Jakarta, Rabu (22/2/2012), Ibu Negara Ani Yudhoyono mengatakan setiap tahunnya sekitar 12 juta orang di dunia terserang kanker dan 7,6 juta di ntaranya meninggal dunia.  Diungkapkan Ani, sekitar 13 persen kematian dunia disebabkan oleh kanker. Dan bila tidak dilakukan pengendalian, maka pada 2030 diperkirakan  26 juta orang akan menderita kanker dan 17 juta di antaranya meninggal terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Peringatan Hari Kanker Sedunia ini sangat penting dan strategis untuk melihat dan mencermati dan menelaah besarnya masalah dampak dari penyakit kanker. Sebagaimana kita ketahui, kanker tidak hanya terkait masalah kesehatan melainkan juga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Untuk menekan kasus kanker, Ani juga menegaskan pentingnya upaya pencegahan melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat di masyarakat.  “Untuk melawan kanker, melalui revolusi budaya hidup menjadi lebih sehat dan mengubah cara pandang kita terhadap kanker,” katanya.

Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, kebijakan pemerintah tentang pengendalian kanker dititikberatkan pada upaya promotif-preventif, yaitu peningkatan perilaku hidup sehat seperti tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol dan banyak mengonsumsi sayur buah.

Menkes mengharapkan beban ekonomi pengidap kanker di Indonesia dapat ditekan melalui peningkatan perilaku hidup sehat dan dengan cara deteksi dini. Melalui deteksi dini penyakit kanker, penderita kanker dapat ditemukan pada stadium awal dan perkembangan penyakit ke tingkat yang lebih berat dapat dicegah maupun dikendalikan.

Menkes mencontohkan, deteksi dini antara lain pada 2007 dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara dan juga kanker serviks. Bagi pengidap kanker anak, Kementerian Kesehatan telah mengembangkan program deteksi dini kanker khususnya bagi penyakit leukemia, retinoblastoma, kanker pada tulang, neuroblastoma, neoparing dan lympoma.

Pengobatan alternatif

Pada seminar tersebut, Ani Yudhoyono juga mendorong pentingnya mengembangkan riset pengobatan alternatif kanker di Indonesia dengan menggunakan bahan-bahan herbal.

“Sesungguhnya kita wajib bersyukur karena menganugerahkan bangsa ini tumbuhan dan hewan baik di darat maupun di laut bahkan Indonesia mendapat julukan sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, bisa dibangun kerja sama yang tepat antara kita dan negara lain untuk meneliti kemungkinan obat untuk mengatasi kanker,” katanya.

Ani menambahkan,”akhir-akhir ini kita sering mendengar banyak orang menyebut bahwa kunyit putih di Indonesia dapat untuk menyembuhkan kanker. Nah ini perlu diadakan riset. Saya mengimbau  seluruh peneliti untuk meneliti benarkah kunyit putih bisa menyembuhkan kanker. Kita sekali lagi merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi”.

Selain penelitian mengenai herbal yang dapat membantu pengobatan kanker, Ani juga menyoroti pentingnya peningkatan peran dan profesionalitas tenaga medis untuk perawatan kanker.

“Harus kita akui bahwa sistem penatalaksanaan penyakit kanker di negara kita masih belum optimal. Ketersediaan tenaga medis yang profesional belum cukup dan belum tersebar secara merata. Sementara fasilitas yang memadai dan terjangkau tidak mudah untuk diwujudkan. Ini yang harus dijawab oleh Kemenkes dan perguruan tinggi bagaimana mencetak tenaga medis yang handal untuk mengatasi penyakit kanker. Sehingga nantinya proporsional tenaga medis itu bisa baik lagi,” ujarnya.

Peringatan, Hari, Kanker, Sedunia ini, sangat, penting, dan, strategis, untuk, melihat, dan, mencermati, menelaah, besarnya, masalah, dampak, dari, penyakit, kanker, Sebagaimana, kita, ketahui, kanker, tidak, hanya terkait, masalah, kesehatan, melainkan, juga, menimbulkan dampak, sosial, dan ekonomi, masyarakat, Ani juga, menegaskan, pentingnya, upaya, pencegahan, melalui, perubahan, gaya, hidup, yang, lebih, sehat, di masyarakat, Untuk melawan, kanker, melalui, revolusi, budaya hidup, menjadi lebih, sehat dan, mengubah, cara, pandang, kita, terhadap, kanker, Di tempat, yang, sama, Menteri, Kesehatan, Endang, Rahayu, Sedyaningsih, mengatakan, kebijakan, pemerintah, tentang, pengendalian, kanker, dititikberatkan, pada, upaya, promotif-preventif, yaitu, peningkatan, perilaku, hidup, sehat, seperti, tidak, merokok, tidak, mengonsumsi, alkohol, dan, banyak, mengonsumsi, sayur, buah, akhir-akhir, ini, kita sering, mendengar, banyak, orang, menyebut, bahwa, kunyit, putih, di Indonesia, dapat, untuk, menyembuhkan, kanker, Nah, ini, perlu, diadakan, riset, Saya, mengimbau,  seluruh, peneliti, untuk, meneliti, benarkah, kunyit, putih, bisa, menyembuhkan, kanker,

Budaya Menolong Harus Dimiliki Dokter

Budaya Menolong Harus Dimiliki Dokter

KOMPAS.com – Menurunnya penghargaan terhadap profesi dokter akibat isu malpraktik dan komersialisasi merupakan fakta meresahkan yang dihadapi fakultas kedokteran di Indonesia saat ini.

Menurut Dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K), Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), generasi dokter terkini diharapkan mampu menguasai keilmuan dan keterampilan klinis yang sesuai dengan kesehatan masyarakat yang dilayani, sekaligus juga memiliki komitmen pengabdian dan kecintaan terhadap kemanusiaan.

“Profesi dokter juga harus mengutamakan budaya menolong, semangat pengabdian dan kecintaan pada kemanusiaan,” kata Ratna dalam orasi ilmiah perayaan Dies Natalis FKUI di Jakarta (22/2/12).

Untuk itu, menurut Ratna, saat ini FKUI mengembangkan program pengembangan kompetensi empati, komunikasi, dan bioetika untuk pengembangan pribadi dan profesi dokter.

“Melalui program ini, setiap mahasiswa FKUI diajak menjadi relawan bagi pasien baru di RSCM yang berasal dari luar Jakarta. Mereka harus mendampingi, membantu mencari dokter dan obat. Diharapkan agar kelak mereka bisa belajar bagaimana rasanya menjadi pasien,” katanya.

Melalui pengalaman langsung di lapangan itu mahasiswa FKUI juga memiliki kesempatan untuk melatih kemampuan komunikasi, berbagi pengalaman, sampai menumbuhkan rasa empati dan rasa percaya diri dalam hubungan dengan pasien.

Bagaimana menghasilkan dokter yang bekerja dan melayani dengan hati adalah tema besar yang diangkat dalam perayaan Dies Natalis ke 62 Universitas Indonesia itu.  Ratna mengatakan sebagai perintis pendidikan dokter di Indonesia, FKUI seharusnya menjadi panutan bagi institusi pendidikan lain.

Profesi, dokter, juga, harus, mengutamakan, budaya menolong, semangat, pengabdian, dan, kecintaan, pada, kemanusiaan, mengembangkan, program, pengembangan, kompetensi, empati, komunikasi, dan bioetika, untuk, pengembangan, pribadi, dan, profesi, dokter, Melalui, program, ini, setiap, mahasiswa, FKUI, diajak, menjadi, relawan, bagi, pasien, baru, di RSCM, yang, berasal, dari, luar, Jakarta, Mereka, harus, mendampingi, membantu, mencari, dokter, dan, obat, Diharapkan, agar, kelak, mereka, bisa, belajar, bagaimana, rasanya, menjadi, pasien, Melalui, pengalaman, langsung, di lapangan, itu, mahasiswa, FKUI, juga, memiliki, kesempatan, untuk, melatih, kemampuan, komunikasi, berbagi, pengalaman, sampai, menumbuhkan, rasa empati, dan, rasa, percaya, diri, dalam, hubungan, dengan, pasien, Bagaimana, menghasilkan, dokter yang, bekerja, dan, melayani, dengan, hati, adalah, tema, besar, yang, diangkat, dalam perayaan, Dies Natalis, ke 62, Universitas, Indonesia, itu,  Ratna, mengatakan, sebagai, perintis, pendidikan, dokter, di Indonesia,

Posisi Seks Tentukan Jenis Kelamin Anak?

Posisi Seks Tentukan Jenis Kelamin Anak?

TANYA :

Prof., teman saya pernah mengatakan kalau ingin mempunyai anak laki-laki atau perempuan, itu bergantung posisi miring pada saat berhubungan seksual. Apakah itu benar? Jika benar, untuk mendapatkan anak laki-laki, sebaiknya miring ke arah mana dan kapan waktu yang tepat untuk melakukannya?

(Dianti, 18, Jakarta)
JAWAB :

Tidak ada pengaruh posisi miring atau yang lain terhadap jenis kelamin anak yang akan dihasilkan. Tetapi memang ada faktor tertentu yang berpengaruh terhadap jenis kelamin anak dalam konteks hubungan seksual.

Pertama, hubungan seksual yang dilakukan tepat pada saat subur kemungkinan akan menghasilkan anak laki-laki. Alasannya, spermatozoa Y yang mengandung kromosom laki-laki akan lebih dulu mencapai sel telur.

Kedua, kalau perempuan orgasme lebih dulu, maka suasana di dalam vagina menjadi bersifat basa. Akibatnya spermatozoa Y lebih tahan hidup dan mampu membuahi sel telur. Tetapi tentu saja teori ini tidak seratus persen menghasilkan jenis kelamin anak yang diinginkan.

seks, anak, jenis, posisi, kelamin, jenis kelamin, posisi seks, kelamin anak, tentukan, seks tentukan, tentukan jenis, laki, usia, tidak harga, hitam putih, kehidupan, putih kehidupan, kehidupan, anak laki, miring, perempuan, mengatakan, mengatakan kalau, kalau ingin, mempunyai, ingin mempunyai, mempunyai anak, laki atau, atau perempuan, bergantung, perempuan bergantung, bergantung posisi, miring pada, berhubungan, saat berhubungan, orgasme, kelamin bayi, tepat, dapat, obat, vitamin, obat vitamin, orgasme jenis, istri, menolak, istri menolak, yang mengatakan, berhubungan seks, psikologi, alternatif psikologi, psikologi konsultasi, konsultasi anak, kandungan, anak kandungan, umum, terhadap jenis, anak yang, yang akan, tetapi, hubungan, hubungan seksual, menghasilkan, spermatozoa, dulu, lebih dulu, telur, menjadi, memberi, seks lebih, menyenangkan, lebih menyenangkan, pakai, menyenangkan pakai, sehat, mata sehat, ikuti, sehat ikuti, saran, ikuti saran, menjaga, performa,