Tag Archives: obat

Kenali Penyakit Kelainan Makan

wqWN0DFGxJ

Kenali Penyakit Kelainan Makan

GEMUK, selalu menjadi satu kata yang menakutkan bagi wanita. Banyak wanita yang terobsesi memiliki tubuh ramping dengan jalan pintas. Tanpa disadari, bukan sehat yang didapat. Namun malah mengundang penyakit.

Penyakit Kelainan Makan (Eating Disorders), mungkin Anda sudah sedikit familiar. Kini, banyak wanita yang sudah menjadi penderita eating disorders.

Anorexia Nervosa

Anorexia nervosa adalah penyakit yang umumnya diderita oleh wanita, meskipun pria juga dapat mengalaminya. Mereka yang menderita penyakit ini memiliki pandangan yang menyimpang tentang gemuk atau akan menjadi gemuk.

Pandangan yang menyimpang ini membuat mereka mengurangi porsi makan mereka. Dari hari ke hari mereka makan dengan porsi yang semakin sedikit. Dengan cara ini mereka berharap dapat mengurangi berat badan mereka, padahal hal ini sebenarnya tidak perlu mereka lakukan.

Bulimia

Serupa dengan anorexia nervosa, penderita bulimia amat takut menjadi gemuk. Perbedaannya, penderita bulimia tidak mengurangi porsi makan mereka, malah makan dalam jumlah besar, kemudian mengeluarkan kembali makanan itu dengan cara memuntahkannya atau dengan minum obat pencuci perut. Mereka percaya bahwa dengan cara ini mereka tidak akan gemuk.

Mengidap penyakit kelainan makan merupakan masalah kesehatan yang serius. Mereka yang mengidap penyakit ini dapat menjadi sangat tertekan dan mungkin membutuhkan perawatan dokter dalam jangka waktu yang sangat lama.

Pertumbuhan dan perkembangan bada mereka dapat mempengaruhi. Jiksa sudah parah, penyakit ini dapat merusak orang-organ tubuh yang penting, bahkan dapat menyebabkan kematian karena kekurangan gizi.

Gejala-gejala dan tanda-tanda penyakit ini meliputi:

1. Kehilangan berat badan yang mencolok
2. Selalu menghitung kalori dalam makanan
3. Selalu disibukkan oleh diet dan olahraga
4. Sering menimbang berat badan
5. Tidak mendapatkan menstruasi secara teratur atau menstruasinya berhenti sama sekali
6. Muntah-muntah tanpa alasan
7. Menjadi malu dan selalu membela diri kalua menyangkut kegiatan makan

Ada dokter spesialis dan klinik-klinik khusus bagi pengidap penyakit kelainan makan eating disorders. Jika Anda merasa atau seseorang yang Anda kenal mengidap penyakit ini, segera bicarakan dengan orang terdekat, bisa pada pasangan, keluarga, atau sahabat.

Penyakit , Penyakit   kesihatan, Penyakit   Video, Penyakit   video, Penyakit  malaysia, Senaman Petua Melayu, Penyakit   gambar, Penyakit   bf1, Penyakit  foto, Kesihatan malaysia, Kesihatan Melayu, Kesihatan melayu, Kesihatan gambar, Kesihatan cerita, Kesihatan pilihan, Kesihatan kl, Kesihatan bf1, Kesihatan video,Kesihatan foto, Kesihatan malaysia, Kesihatan Melayu, Kesihatan Indon, Kesihatan Indonesia, Kesihatan gambar, Kesihatan cerita, Kesihatan pilihan, Kesihatan kl, Kesihatan bf1, Kesihatan foto, Kesihatan Indon, Kesihatan malaysia, Kesihatan web, Kesihatan kosong, Asia, jasmani,pencegahan, Dunia, foto, pembedahan, penjagaan kulit, operasi, penyakit, gejala, medik, gambar, operasi, organik, kolesterol, berat badan, Penyakit , gim, obesiti, petua, lemak, senaman, keguguran, kanser, Nutrisi, gambar,  senaman,  silat, bf1,

Obat AIDS Bantuan Pemerintah

Obat AIDS Bantuan Pemerintah

DR SAMSURIDJAL DJAUZI

TANYA:

Adik saya laki-laki, 29 tahun. Enam tahun lalu dia didiagnosis terinfeksi HIV. Kami sekeluarga panik. Meski belum yakin benar, adik saya mengikuti program obat AIDS (ARV) yang dapat diperoleh secara cuma-cuma. Kalau tak salah, obat ini merupakan bantuan WHO dan disalurkan melalui Pemerintah Indonesia.

Ternyata, hasil pengobatan baik sekali. Berat badannya naik dan gejala penyakit juga menghilang. Bahkan, dia dapat melakukan kegiatan seperti sebelum sakit, seperti bermain tenis. Dia disiplin minum obat dan sampai sekarang masih berkonsultasi dengan dokter dua bulan sekali. Dia diizinkan dokter untuk menikah dan kemungkinan untuk mempunyai anak yang tak tertular HIV juga besar.

Belakangan saya mengikuti berita bahwa bantuan dari luar negeri untuk penanggulangan AIDS di Indonesia mulai berkurang, bahkan mungkin dalam beberapa tahun ke depan akan dihentikan. Saya khawatir dengan nasib adik saya. Jika dia tak mendapat obat bantuan pemerintah lagi, tentu penyakitnya akan kambuh. Namun, di balik itu, ada berita bahwa AIDS tak lama lagi akan dapat disembuhkan. Artinya, orang dengan HIV/AIDS tak perlu lagi minum obat seumur hidup. Benarkah demikian?

P di B

Obat antiretroviral (ARV) gabungan tiga macam obat dinyatakan bermanfaat untuk terapi AIDS sejak tahun 1996. Manfaat obat tersebut di antaranya menurunkan angka kematian berkaitan dengan infeksi HIV, menurunkan angka perawatan di rumah sakit, menekan jumlah virus HIV di darah, dan memulihkan kembali kekebalan tubuh yang menurun. Namun, manfaat yang juga penting adalah bagi mereka yang minum obat ARV secara teratur, risiko menularkan kepada orang lain menjadi amat kecil. Karena itulah ilmu kedokteran sekarang memang dapat mencegah penularan HIV dari suami ke istri atau sebaliknya.

Obat ARV yang dipakai oleh adik Anda bukanlah obat bantuan WHO, melainkan dibiayai oleh anggaran pemerintah. Sejak tahun 2005, Pemerintah Indonesia menyediakan obat ARV untuk rakyat secara subsidi penuh (cuma-cuma). Pada akhir tahun 2003, Menteri Kesehatan waktu itu (Achmad Sujudi) mengusulkan kepada pemerintah untuk membatalkan paten obat ARV di Indonesia dan membuat obat generik untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Presiden Megawati menerbitkan keppres mengenai pengadaan obat ARV generik ini. Sejak itulah harga obat ARV paten yang mencapai sekitar 1.000 dollar AS setiap bulan dapat diproduksi dalam bentuk generik dengan harga sekitar Rp 400.000 sebulan. PT Kimia Farma yang waktu itu dipimpin oleh Gunawan Pranoto bersedia memproduksi obat tersebut. Obat tersebut sampai sekarang digunakan oleh sekitar 23.000 orang di negeri kita.

Pemerintah tahun ini menyediakan anggaran sekitar Rp 180 miliar untuk penanggulangan AIDS di Indonesia, termasuk untuk pengadaan obat ARV. Global Fund yang dibentuk oleh PBB juga membantu dana untuk upaya pencegahan dan juga terapi, terutama obat ARV lini dua, yang sudah mulai dibutuhkan oleh sekitar 5 persen pengguna ARV di Indonesia.

Komitmen pemerintah dalam pengadaan obat ARV cukup tinggi mengingat obat ARV sebenarnya adalah sebuah investasi. Dana yang dikeluarkan untuk obat ARV di samping bermanfaat bagi mereka yang memerlukan obat tersebut juga berguna untuk menurunkan risiko pencegahan (treatment as prevention). Memang benar dana Global Fund semakin menurun karena mulai ada beberapa anggota Global Fund yang tak dapat lagi menyediakan dana, seperti Italia. Namun, kita berharap pengurangan dana tersebut tak banyak pengaruhnya terhadap pengadaan obat ARV di negeri kita.

Menuju penyembuhan AIDS

Kemajuan penelitian belakangan ini memang menimbulkan sikap optimistis. Penyembuhan AIDS tampaknya di depan mata. Tema kongres AIDS sedunia tahun 2012 ini adalah ”Menuju Penyembuhan AIDS”. Jadi, para pakar berharap dalam waktu tak lama lagi AIDS dapat disembuhkan. Obat ARV yang ada sekarang dapat menekan jumlah virus HIV di darah menjadi tak terdeteksi lagi. Namun, HIV di kelenjar getah bening masih dapat berkembang biak. Oleh karena itu, jika obat ARV dihentikan, berarti dalam darah kadarnya rendah, maka HIV dari kelenjar getah bening dapat berkembang biak lagi di darah.

Para peneliti mengembangkan dua pendekatan untuk menyembuhkan AIDS. Pertama, dengan obat ARV yang mampu bekerja baik di kelenjar getah bening atau mengombinasikan obat ARV dengan vaksin terapi AIDS.

Setiap orang harus tahu cara menghindari diri dari penularan HIV. Kemudian tes HIV harus digalakkan karena masih ada sekitar 200.000 orang lagi di Indonesia yang diperkirakan terinfeksi HIV tetapi belum terdiagnosis karena belum melaksanakan tes HIV. Mereka yang diketahui terinfeksi HIV disiapkan untuk mendapat obat ARV. Karena itulah kebutuhan obat ARV kita pada tahun mendatang akan meningkat. Namun, semakin banyak orang yang diobati, semakin banyak pula nyawa yang diselamatkan dan penularan HIV semakin menurun.

Jika dibandingkan dengan Thailand dan Kamboja, jumlah orang yang menggunakan ARV di negeri kita masih relatif sedikit. Di Thailand sekarang ini sekitar 160.000 orang menggunakan ARV, sedangkan di Kamboja, yang penduduknya hanya 14 juta orang, yang menggunakan ARV sudah mencapai 45.000 orang. Sekitar 92 persen orang yang memerlukan obat ARV di Kamboja telah mendapat obat yang bermanfaat ini.

dia didiagnosis, terinfeksi, HIV, Kami sekeluarga panik, Meski, belum, yakin, benar, adik, saya, mengikuti, program, obat, AIDS, ARV, yang, dapat, diperoleh, secara, cuma-cuma, Kalau, tak, salah, obat, ini, merupakan, bantuan, WHO, dan, disalurkan, melalui, Pemerintah, Indonesia, Ternyata, hasil, pengobatan, baik, sekali, Berat, badannya, naik, dan, gejala, penyakit, juga, menghilang, Bahkan, dia, dapat, melakukan, kegiatan, seperti, sebelum, sakit, seperti, bermain, tenis, Dia disiplin, minum obat, dan, sampai, sekarang, masih, berkonsultasi, dengan, dokter, dua, bulan sekali, Dia, diizinkan, dokter untuk, menikah, dan kemungkinan, untuk, mempunyai anak, yang, tak tertular, HIV ,juga, besar, Belakangan saya, mengikuti, berita, bahwa, bantuan, dari, luar, negeri, untuk, penanggulangan, AIDS, di Indonesia, mulai, berkurang, bahkan, mungkin, dalam, beberapa, tahun, ke depan, akan dihentikan, Saya khawatir, dengan, nasib, adik, saya, Jika, dia, tak, mendapat, obat, bantuan, pemerintah, lagi, tentu, penyakitnya, akan kambuh, Namun, di balik, itu, ada berita, bahwa AIDS, tak lama, lagi, akan, dapat, disembuhkan, Artinya, orang, dengan, HIV, AIDS, tak perlu, lagi, minum, obat, seumur, hidup,

Budaya Menolong Harus Dimiliki Dokter

Budaya Menolong Harus Dimiliki Dokter

KOMPAS.com – Menurunnya penghargaan terhadap profesi dokter akibat isu malpraktik dan komersialisasi merupakan fakta meresahkan yang dihadapi fakultas kedokteran di Indonesia saat ini.

Menurut Dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K), Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), generasi dokter terkini diharapkan mampu menguasai keilmuan dan keterampilan klinis yang sesuai dengan kesehatan masyarakat yang dilayani, sekaligus juga memiliki komitmen pengabdian dan kecintaan terhadap kemanusiaan.

“Profesi dokter juga harus mengutamakan budaya menolong, semangat pengabdian dan kecintaan pada kemanusiaan,” kata Ratna dalam orasi ilmiah perayaan Dies Natalis FKUI di Jakarta (22/2/12).

Untuk itu, menurut Ratna, saat ini FKUI mengembangkan program pengembangan kompetensi empati, komunikasi, dan bioetika untuk pengembangan pribadi dan profesi dokter.

“Melalui program ini, setiap mahasiswa FKUI diajak menjadi relawan bagi pasien baru di RSCM yang berasal dari luar Jakarta. Mereka harus mendampingi, membantu mencari dokter dan obat. Diharapkan agar kelak mereka bisa belajar bagaimana rasanya menjadi pasien,” katanya.

Melalui pengalaman langsung di lapangan itu mahasiswa FKUI juga memiliki kesempatan untuk melatih kemampuan komunikasi, berbagi pengalaman, sampai menumbuhkan rasa empati dan rasa percaya diri dalam hubungan dengan pasien.

Bagaimana menghasilkan dokter yang bekerja dan melayani dengan hati adalah tema besar yang diangkat dalam perayaan Dies Natalis ke 62 Universitas Indonesia itu.  Ratna mengatakan sebagai perintis pendidikan dokter di Indonesia, FKUI seharusnya menjadi panutan bagi institusi pendidikan lain.

Profesi, dokter, juga, harus, mengutamakan, budaya menolong, semangat, pengabdian, dan, kecintaan, pada, kemanusiaan, mengembangkan, program, pengembangan, kompetensi, empati, komunikasi, dan bioetika, untuk, pengembangan, pribadi, dan, profesi, dokter, Melalui, program, ini, setiap, mahasiswa, FKUI, diajak, menjadi, relawan, bagi, pasien, baru, di RSCM, yang, berasal, dari, luar, Jakarta, Mereka, harus, mendampingi, membantu, mencari, dokter, dan, obat, Diharapkan, agar, kelak, mereka, bisa, belajar, bagaimana, rasanya, menjadi, pasien, Melalui, pengalaman, langsung, di lapangan, itu, mahasiswa, FKUI, juga, memiliki, kesempatan, untuk, melatih, kemampuan, komunikasi, berbagi, pengalaman, sampai, menumbuhkan, rasa empati, dan, rasa, percaya, diri, dalam, hubungan, dengan, pasien, Bagaimana, menghasilkan, dokter yang, bekerja, dan, melayani, dengan, hati, adalah, tema, besar, yang, diangkat, dalam perayaan, Dies Natalis, ke 62, Universitas, Indonesia, itu,  Ratna, mengatakan, sebagai, perintis, pendidikan, dokter, di Indonesia,

Agar Tak Ketergantungan Obat Penenang

Agar Tak Ketergantungan Obat Penenang

KOMPAS.com – Sejak menuliskan beberapa artikel tentang bahaya penggunaan obat penenang yang termasuk golongan benzodiazepine saya banyak mendapatkan pertanyaan dari para pengguna obat ini yang kebetulan adalah penderita gangguan cemas atau depresi dengan gejala-gejala psikosomatik.

Pertanyaan mereka biasanya adalah “Mengapa dokter saya memberikan obat penenang, apakah aman dimakan dan tidak membuat ketergantungan?”, lalu lebih lanjut mereka bertanya kembali“Mengapa dokter tidak menyarankan penggunaan Alprazolam, padahal saya baca kalau obat ini sangat efektif mengatasi kecemasan dan serangan panik?”. Pertanyaan ini kemudian dilanjutkan“Kalau memang dokter tidak menyarankan, mengapa rekan dokter memakai obat golongan ini?

Pada artikel ini saya akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang seringkali datang kepada saya berkaitan dengan penggunaan obat penenang golongan benzodiazepine terutama yang sangat sering diresepkan seperti jenis Alprazolam (dijual dengan merek Xanax, Alganax, Zypraz, dll).

Jangka Pendek

Pertama kali saya ingin menegaskan kembali bahwa tidak semua obat yang diberikan psikiater adalah obat penenang. Obat penenang sebenarnya hanya merujuk pada obat yang dulu dinamakan Minor Tranquilizer yang biasanya merupakan obat-obat penenang golongan benzodiazepine. Obat ini biasanya dikenal juga dengan sebutan antianxietas/anticemas. Sejak 40 tahun ditemukan, obat ini memang sangat banyak berguna bagi kondisi pasien yang mengalami kecemasan. Efektifitasnya yang baik dan keamanannya yang cukup membuat obat ini sempat menjadi primadona (bahkan sampai saat ini) diresepkan bukan hanya oleh psikiater tetapi juga oleh semua dokter di dunia.

Kerjanya yang spesifik pada sistem GABA, suatu sistem di otak yang bertanggung jawab terhadap kondisi kecemasan memang membuat obat ini sangat efektif untuk mengatasi kecemasan. Sayangnya dosis yang awalnya kecil jika tanpa kontrol ketat dari dokter yang memberi obat ini akan membuat potensi ketergantungan dan toleransi obat tetap ada. Contoh dalam keseharian adalah Alprazolam. Banyak para pasien yang sulit melepaskan diri dari obat ini awalnya memakai obat ini untuk terapi yang disarankan dokter dan dosisnya kecil. Namun karena kurangnya kontrol dan edukasi dokter yang kurang kepada pasien tentang efek obat ini, ada kecenderungan kenaikan dosis dipicu oleh keinginan pasien mendapatkan rasa nyaman yang biasanya mulai menghilang karena efek obat mulai tidak terasa pada dosis kecil (toleransi).

Rawan Ketergantungan

Beberapa tahun belakangan ini banyak penelitian menyebutkan bahwa penggunaan obat golongan ini sudah semakin tidak pada tempatnya dan sering kali disalahgunakan. Bagi negara-negara eropa dan amerika yang kebanyakan orangnya terbiasa meminum alkohol, penggunaan obat golongan benzodiazepine juga menjadi masalah.

Hal ini dikarenakan orang dengan riwayat penggunaan alkohol yang banyak (pecandu alkohol) lebih besar kemungkinannya untuk mengalami ketergantungan dan toleransi (bertambahnya dosis) akibat obat ini. Itulah mengapa hampir di semua buku teks yang membahas tentang obat golongan benzodiazepine, selalu diperingatkan akan bahaya ketergantungan yang besar pada pasien dengan riwayat penggunaan alkohol yang besar. Contoh paling gress adalah kematian Whitney Houston baru-baru ini.

Untuk mencegah hal ini sebenarnya yang disarankan adalah jika memang perlu menggunakan obat penenang maka sebaiknya dipilih obat penenang yang waktu paruhnya relatif panjang atau menengah. Hal ini karena obat penenang dengan masa waktu habis di dalam darah yang panjang lebih kurang menimbulkan efek ketergantungan dan toleransi yang cepat dibandingkan dengan obat yang dengan waktu paruh pendek/singkat. Contohnya Alprazolam lebih mudah membuat toleransi atau ketergantungan daripada Diazepam.

Selanjutnya penggunaan obat ini haruslah dalam pengawasan dokter. Pasien tidak diperkenankan membelinya sendiri apalagi mencoba-coba dosisnya sendiri. Walaupun sudah sejak tahun 2009 penjualan obat golongan benzodiazepine di apotek-apotek diperketat, kenyataannya masih banyak apotek yang masih mau melayani pembelian obat jenis ini tanpa resep.

Pakailah dosis optimal terkecil dan dalam jangka waktu yang singkat. Inilah salah satu cara juga untuk menghindari ketergantungan dan toleransi dalam menggunakan obat penenang. Pasien biasanya akan dipantau dalam mengggunakan obat jenis ini dan saran dokter harus diperhatikan dengan baik. Jika merasa sudah terlalu lama (artinya sudah lebih dari 4 minggu), pasien bisa bertanya kepada dokternya kapan akan segera dilepaskan dari obat ini.

Sebelum mengakhiri artikel ini saya hanya ingin menekankan kembali bahwa menurut pendapat saya pribadi yang diperkuat oleh beberapa tulisan di jurnal ilmiah dan buku teks yang saya baca, penggunaan obat penenang golongan benzodiazepine adalah bersifat sementara dan mempunyai peran sebagai obat simptomatik (mengurangi gejala) pada pasien cemas dan depresi. Pengobatan yang tepat untuk kasus-kasus depresi dan cemas tidak tergantung pada obat jenis ini.

Semoga membantu

Salam Sehat Jiwa

Sumber :
Kompasiana
bahaya, penggunaan, obat, penenang, yang, termasuk, golongan, benzodiazepine, saya, banyak, mendapatkan, pertanyaan, dari, para pengguna, obat ini, yang, kebetulan, adalah, penderita, gangguan, cemas atau, depresi dengan, gejala-gejala, psikosomatik, Pertanyaan, mereka, biasanya, adalah, Mengapa, dokter, saya, memberikan, obat, penenang, apakah, aman dimakan, dan, tidak, membuat, ketergantungan, lalu, lebih, lanjut, mereka, bertanya, kembali, Mengapa, dokter tidak, menyarankan, penggunaan, Alprazolam, padahal, saya baca, kalau obat, ini, sangat, efektif, mengatasi, kecemasan, dan, serangan, panik, Pertanyaan, ini, kemudian, dilanjutkan, Kalau, memang, dokter, tidak, menyarankan, mengapa, rekan, dokter, memakai, obat, golongan, ini, Pada, artikel, ini, saya, akan, mencoba, menjawab, beberapa, pertanyaan, yang, seringkali, datang, kepada, saya, berkaitan, dengan, penggunaan, obat penenang, golongan, benzodiazepine, terutama, yang, sangat, sering, diresepkan, seperti, jenis, Alprazolam, dijual, dengan, merek, Xanax, Alganax, Zypraz,

Posisi Seks Tentukan Jenis Kelamin Anak?

Posisi Seks Tentukan Jenis Kelamin Anak?

TANYA :

Prof., teman saya pernah mengatakan kalau ingin mempunyai anak laki-laki atau perempuan, itu bergantung posisi miring pada saat berhubungan seksual. Apakah itu benar? Jika benar, untuk mendapatkan anak laki-laki, sebaiknya miring ke arah mana dan kapan waktu yang tepat untuk melakukannya?

(Dianti, 18, Jakarta)
JAWAB :

Tidak ada pengaruh posisi miring atau yang lain terhadap jenis kelamin anak yang akan dihasilkan. Tetapi memang ada faktor tertentu yang berpengaruh terhadap jenis kelamin anak dalam konteks hubungan seksual.

Pertama, hubungan seksual yang dilakukan tepat pada saat subur kemungkinan akan menghasilkan anak laki-laki. Alasannya, spermatozoa Y yang mengandung kromosom laki-laki akan lebih dulu mencapai sel telur.

Kedua, kalau perempuan orgasme lebih dulu, maka suasana di dalam vagina menjadi bersifat basa. Akibatnya spermatozoa Y lebih tahan hidup dan mampu membuahi sel telur. Tetapi tentu saja teori ini tidak seratus persen menghasilkan jenis kelamin anak yang diinginkan.

seks, anak, jenis, posisi, kelamin, jenis kelamin, posisi seks, kelamin anak, tentukan, seks tentukan, tentukan jenis, laki, usia, tidak harga, hitam putih, kehidupan, putih kehidupan, kehidupan, anak laki, miring, perempuan, mengatakan, mengatakan kalau, kalau ingin, mempunyai, ingin mempunyai, mempunyai anak, laki atau, atau perempuan, bergantung, perempuan bergantung, bergantung posisi, miring pada, berhubungan, saat berhubungan, orgasme, kelamin bayi, tepat, dapat, obat, vitamin, obat vitamin, orgasme jenis, istri, menolak, istri menolak, yang mengatakan, berhubungan seks, psikologi, alternatif psikologi, psikologi konsultasi, konsultasi anak, kandungan, anak kandungan, umum, terhadap jenis, anak yang, yang akan, tetapi, hubungan, hubungan seksual, menghasilkan, spermatozoa, dulu, lebih dulu, telur, menjadi, memberi, seks lebih, menyenangkan, lebih menyenangkan, pakai, menyenangkan pakai, sehat, mata sehat, ikuti, sehat ikuti, saran, ikuti saran, menjaga, performa,

5 Tanda-tanda Anda Harus Izin Sakit

69405407-5-tanda-tanda-anda-harus-izin-sakit

5 Tanda-tanda Anda Harus Izin Sakit

Pekerjaan yang menumpuk, jadwal rapat dengan atasan, dan presentasi yang harus direvisi terkadang membuat kita memaksakan diri walau tubuh dalam keadaan sakit.

Hal tersebut pasti sering dilakukan para wanita pekerja seperti Anda, atas nama tanggung jawab dan profesionalitas. Memaksakan diri datang ke kantor dalam keadaan sakit dan tetap menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk bisa dikatakan sangat tidak efektif.

Tidak hanya memperparah penyakit, tetapi juga membuat pekerjaan Anda selesai tapi dengan hasil tidak maksimal. Hal itu terjadi karena Anda sulit berkonsentrasi dalam keadaan sakit.

Lalu, apa tanda-tandanya izin sakit harus Anda lakukan? Berikut tandanya menurut para pakar kesehatan seperti vivanews kutip dari WebMD.

1. Tenggorokan sakit dan hidung berair.

Gejala tenggorokan sakit dan hidung berair tiba-tiba muncul padahal kemarin Anda tidak mengalaminya. Menurut ahli kesehatan, gejala tersebut merupakan masa virus dan bakteri paling mudah tersebar dan menulari orang banyak. Jadi lebih baik istirahat di rumah agar keadaan tidak semakin parah dan menulari banyak orang.

2. Saat mengonsumsi obat yang menimbulkan kantuk.

Jika Anda sedang mengonsumsi obat untuk meredakan penyakit dan menimbulkan kantuk, lebih baik istirahatlah dirumah. Obat yang menimbulkan kantuk dibuat agar yang meminumnya bisa beristirahat. Istirahat memang salah satu obat ‘paling ampuh’ saat Anda terserang penyakit. Lagipula, jika tetap ke kantor, Anda hanya akan merasa ngantuk dan tak bisa bekerja dengan maksimal.

3. Infeksi sinus.

Gejala infeksi sinus ditandai dengan lendir yang keluar dari hidung berwarna hijau atau kuning pekat. Rahang terasa kaku, sakit kepala dan nyeri disekitar wajah. Jika Anda mengalami gejala tersebut, istirahat di rumah adalah jalan terbaik. Segera periksa ke dokter jika gejalanya disertai demam.

4. Sakit mata.

Saat mata Anda berair, gatal, perih dan terasa panas disertai dengan keluarnya kotoran, itu tandanya Anda sakit mata. Hal ini disebabkan bakteri sangat mudah menular. Tentunya Anda tidak ingin bertemu klien atau atasan dalam keadaan demikian. Bisa-bisa mereka malah menjauhi Anda karena takut tertular. Segera izin pada atasan jika mata Anda sedang sakit.

5. Sakit punggung.

Nyeri punggung seringkali dianggap remeh atau akan hilang sendirinya, dengan demikian Anda biasanya akan tetap pergi bekerja, sambil sedikit memaksakan kondisi tubuh yang kurang fit. Padahal, duduk seharian di meja kerja, hanya akan membuat rasa nyeri semakin parah dan membuat Anda sulit berkonsentrasi. Beristirahatlah di rumah dan konsultasikan dengan dokter, agar nyeri punggung bisa segera diatasi.

Lima Tanda-tanda, Lima Tanda-tanda  kesihatan, Lima Tanda-tanda  Video, Lima Tanda-tanda  video, Lima Tanda-tanda malaysia, Senaman Petua Melayu, Lima Tanda-tanda  gambar, Lima Tanda-tanda  bf1, Lima Tanda-tanda foto,  Kesihatan malaysia, Kesihatan Melayu, Kesihatan melayu, Kesihatan gambar, Kesihatan cerita, Kesihatan pilihan, Kesihatan kl, Kesihatan bf1, Kesihatan video,Kesihatan foto, Kesihatan malaysia, Kesihatan Melayu, Kesihatan Indon, Kesihatan Indonesia, Kesihatan gambar, Kesihatan cerita, Kesihatan pilihan, Kesihatan kl, Kesihatan bf1, Kesihatan foto, Kesihatan Indon, Kesihatan malaysia, Kesihatan web, Kesihatan kosong, Asia, jasmani,pencegahan, Dunia, foto, pembedahan, penjagaan kulit, operasi, penyakit, gejala, medik, gambar, operasi, organik, kolesterol, berat badan, diet, gim, obesiti, petua, lemak, senaman, keguguran, kanser, Nutrisi, gambar,  senaman,  silat, bf1