Tag Archives: perubahan

Urus Tekanan Darah Anda

Urus Tekanan Darah Anda

Tekanan darah tinggi adalah faktor paling jelas bagi penyakit jantung. Apabila tekanan darah anda berada dalam julat yang sihat, anda akan mengurangkan tekanan pada jantung, arteri dan buah pinggang anda yang mana menjadikan anda lebih sihat lebih lama.

Periksa tekanan darah anda.Tekanan darah tinggi, yang juga dikenali sebagai hipertensi, bermaksud darah yang mengalir dalam arteri anda mengalir dengan daya yang terlalu tinggi dan memberi tekanan kepada arteri anda, meregangkannya melampaui hadnya yang sihat dan menyebabkan koyakan mikroskopik (koyakan halus). Badan kita kemudiannya bertukar kepada mod penyembuhan untuk membaiki koyakan ini dengan tisu parut. Namun malangnya, tisu parut ini memerangkap plak dan sel-sel darah putih yang boleh membentuk sumbatan, darah beku, dan arteri yang mengeras dan lemah.

Dengan mengekalkan tekanan darah anda dalam julat yang sihat, anda:

Mengurangkan risiko untuk melampau regangkan atau mencederakan dinding salur darah anda.
Mengurangkan risiko sumbatan yang juga melindungi jantung dan otak anda.
Melindungi seluruh badan anda agar tisu-tisu anda mendapat bekalan tetap darah yang kaya dengan oksigen yang diperlukannya.

Kawal Kolesterol

Kolesterol ialah sejenis bahan yang seakan lemak, lembut dan berlilin yang berada dalam salur darah dan dalam semua sel-sel badan anda. Kolesterol adalah sebahagian penting bagi tubuh yang sihat kerana ianya digunakan untuk menghasilkan membran sel dan sesetengah hormone, dan berfungsi dalam fungsi-fungsi tubuh yang lain.

Tetapi terlalu banyak kolesterol dalam darah adalah satu risiko yang besar untuk penyakit jantung koronari (yang akan membawa kepada serangan jantung) dan juga angin ahmar.

Makan Dengan Lebih Baik

Diet dan gaya hidup yang sihat adalah senjata terbaik anda untuk melawan penyakit kardiovaskular. Bagaimanapun, terdapat banyak maklumat yang bercampur aduk dengan mitos berkaitan dengan pemakanan yang sihat. Adalah tidak mengejutkan andai banyak di antara kita yang terkeliru tentang jenis-jenis lemak.

Kita juga ada banyak persoalan berkaitan dengan garam, daging dan hasil tenusu. Dengan semua perbezaan-perbezaan pendapat, adalah baik untuk mendapat maklumat dari sumber yang boleh dipercayai, agar anda dapat membuat pilihan yang bijak bagi diet anda untuk faedah jangka masa panjang terhadap jantung dan kesihatan anda. Corak pilihan keseluruhan andalah yang paling diambil kira.

kesihatan, laman, darah, laman kesihatan, kolesterol, tekanan, untuk, tekanan darah, dalam, dengan, darah anda, jantung, makan, makanan, sihat, adalah, lemak, atom laman, dari, tinggi, lebih, boleh, yang sihat, baik, atau, tidak, kategori, langganan, diet, urus, urus tekanan, maklumat, darah tinggi, banyak, kawal, kawal kolesterol, makan dengan, dengan lebih, lebih baik, penyakit, hidup, tanpa, pemakanan, bagi, mengurangkan, tisu, risiko, kurang, post,  buah, juga, kepada, badan, kita, mendapat, makanan yang, comments, tubuh, rendah, posts, rohani, masyarakat, berkaitan, paling, penyakit jantung, terlalu, yang boleh, badan anda, mereka, angin, ahmar, angin ahmar, penting, gaya, gaya hidup, semua, menurunkan, garam, berat, tetapi, kolesterol darah, trans, lemak mengandungi, sayuran, setiap, sama, fizikal, bertujuan, membentuk, akan, pada, tinggi yang, memberi, menyebabkan, koyakan, sumbatan, mengekalkan, anda dalam, anda mengurangkan, mengurangkan risiko, yang tidak, ianya, kerana, satu, daripada, orang, ramai, serangan, serangan jantung, perubahan, terlalu banyak, darah adalah, peratus, yang anda, anda makan, anda untuk, tepu, lemak tepu, pakar, miligram, menurunkan kolesterol, kolesterol anda, membuat, tenusu, pilihan, serat, buahan, buah buahan, produk, hari, setiap hari, boleh membantu, membantu anda, pilih, perubatan, informasi, berkenaan, informasi berkenaan, berkenaan kesihatan, kesihatan dari, segenap, dari segenap, aspek, segenap aspek, aspek sama, sama fizikal, mental, fizikal mental, mental rohani, rohani diet

Ibu Negara : Cegah Kanker Lewat Gaya Hidup

Ibu Negara : Cegah Kanker Lewat Gaya Hidup

JAKARTA, KOMPAS.com – Kanker saat ini masih merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi.  Upaya pencegahan sejak dini menjadi sangat penting artinya, dan hal ini dapat dimulai melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

Saat membuka seminar nasional memperingati Hari Kanker Sedunia di Istana Negara Jakarta, Rabu (22/2/2012), Ibu Negara Ani Yudhoyono mengatakan setiap tahunnya sekitar 12 juta orang di dunia terserang kanker dan 7,6 juta di ntaranya meninggal dunia.  Diungkapkan Ani, sekitar 13 persen kematian dunia disebabkan oleh kanker. Dan bila tidak dilakukan pengendalian, maka pada 2030 diperkirakan  26 juta orang akan menderita kanker dan 17 juta di antaranya meninggal terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Peringatan Hari Kanker Sedunia ini sangat penting dan strategis untuk melihat dan mencermati dan menelaah besarnya masalah dampak dari penyakit kanker. Sebagaimana kita ketahui, kanker tidak hanya terkait masalah kesehatan melainkan juga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Untuk menekan kasus kanker, Ani juga menegaskan pentingnya upaya pencegahan melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat di masyarakat.  “Untuk melawan kanker, melalui revolusi budaya hidup menjadi lebih sehat dan mengubah cara pandang kita terhadap kanker,” katanya.

Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, kebijakan pemerintah tentang pengendalian kanker dititikberatkan pada upaya promotif-preventif, yaitu peningkatan perilaku hidup sehat seperti tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol dan banyak mengonsumsi sayur buah.

Menkes mengharapkan beban ekonomi pengidap kanker di Indonesia dapat ditekan melalui peningkatan perilaku hidup sehat dan dengan cara deteksi dini. Melalui deteksi dini penyakit kanker, penderita kanker dapat ditemukan pada stadium awal dan perkembangan penyakit ke tingkat yang lebih berat dapat dicegah maupun dikendalikan.

Menkes mencontohkan, deteksi dini antara lain pada 2007 dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara dan juga kanker serviks. Bagi pengidap kanker anak, Kementerian Kesehatan telah mengembangkan program deteksi dini kanker khususnya bagi penyakit leukemia, retinoblastoma, kanker pada tulang, neuroblastoma, neoparing dan lympoma.

Pengobatan alternatif

Pada seminar tersebut, Ani Yudhoyono juga mendorong pentingnya mengembangkan riset pengobatan alternatif kanker di Indonesia dengan menggunakan bahan-bahan herbal.

“Sesungguhnya kita wajib bersyukur karena menganugerahkan bangsa ini tumbuhan dan hewan baik di darat maupun di laut bahkan Indonesia mendapat julukan sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, bisa dibangun kerja sama yang tepat antara kita dan negara lain untuk meneliti kemungkinan obat untuk mengatasi kanker,” katanya.

Ani menambahkan,”akhir-akhir ini kita sering mendengar banyak orang menyebut bahwa kunyit putih di Indonesia dapat untuk menyembuhkan kanker. Nah ini perlu diadakan riset. Saya mengimbau  seluruh peneliti untuk meneliti benarkah kunyit putih bisa menyembuhkan kanker. Kita sekali lagi merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi”.

Selain penelitian mengenai herbal yang dapat membantu pengobatan kanker, Ani juga menyoroti pentingnya peningkatan peran dan profesionalitas tenaga medis untuk perawatan kanker.

“Harus kita akui bahwa sistem penatalaksanaan penyakit kanker di negara kita masih belum optimal. Ketersediaan tenaga medis yang profesional belum cukup dan belum tersebar secara merata. Sementara fasilitas yang memadai dan terjangkau tidak mudah untuk diwujudkan. Ini yang harus dijawab oleh Kemenkes dan perguruan tinggi bagaimana mencetak tenaga medis yang handal untuk mengatasi penyakit kanker. Sehingga nantinya proporsional tenaga medis itu bisa baik lagi,” ujarnya.

Peringatan, Hari, Kanker, Sedunia ini, sangat, penting, dan, strategis, untuk, melihat, dan, mencermati, menelaah, besarnya, masalah, dampak, dari, penyakit, kanker, Sebagaimana, kita, ketahui, kanker, tidak, hanya terkait, masalah, kesehatan, melainkan, juga, menimbulkan dampak, sosial, dan ekonomi, masyarakat, Ani juga, menegaskan, pentingnya, upaya, pencegahan, melalui, perubahan, gaya, hidup, yang, lebih, sehat, di masyarakat, Untuk melawan, kanker, melalui, revolusi, budaya hidup, menjadi lebih, sehat dan, mengubah, cara, pandang, kita, terhadap, kanker, Di tempat, yang, sama, Menteri, Kesehatan, Endang, Rahayu, Sedyaningsih, mengatakan, kebijakan, pemerintah, tentang, pengendalian, kanker, dititikberatkan, pada, upaya, promotif-preventif, yaitu, peningkatan, perilaku, hidup, sehat, seperti, tidak, merokok, tidak, mengonsumsi, alkohol, dan, banyak, mengonsumsi, sayur, buah, akhir-akhir, ini, kita sering, mendengar, banyak, orang, menyebut, bahwa, kunyit, putih, di Indonesia, dapat, untuk, menyembuhkan, kanker, Nah, ini, perlu, diadakan, riset, Saya, mengimbau,  seluruh, peneliti, untuk, meneliti, benarkah, kunyit, putih, bisa, menyembuhkan, kanker,

Waspadai Bila Testis Bayi Tidak Turun

Waspadai Bila Testis Bayi Tidak Turun

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah data menunjukkan bahwa sekitar 2 hingga 5 persen bayi yang baru lahir mengalami kelainan pada perkembangan seksual di mana testis (buah zakar) tidak turun atau tidak tersimpan sebagaimana mestinya di kantung testis (skrotum). Tidak turunnya testis juga menjadi salah satu pemicu gangguan kesuburan pada pria dewasa.

Demikian disampaikan Dr. Nur Rasyid SpU, ahli urologi dari Rumah Sakit Asri, saat acara media edukasi bertema Faktor Spermatozoa Penyebab Infertilitas Pria, Rabu, (22/2/2012) di Jakarta.

“Menurunkan testis harus dilakukan pada usia sebelum usia 1 tahun. Karena, jika dilakukan setelah satu tahun akan terjadi perubahan dari sel yang berisiko menjadi kanker,” katanya.

Rasyid menerangkan, dulu penurunan testis masih sering dilakukan setelah anak berusia lebih dari satu tahun. Tapi seiring dengan perkembangan dunia kedokteran, hal itu kini sudah tidak diperkenankan lagi. “Kalau diturunkan di atas dua tahun, sebenarnya biji kemaluan sudah tidak berfungsi lagi untuk memproduksi spermatozoa,” katanya.

Meski begitu, Rasyid tetap menganjurkan supaya penurunan testis tetap dilakukan meski usia orang tersebut sudah lebih dari dua tahun atau bahkan dewasa. Kenapa?

Karena menurutnya, apabila testis tetap berada didalam perut (tidak diturunkan), pasien memiliki risiko lebih besar terkena kanker testis.  “Jadi tujuannya dikeluarkan saat dewasa adalah untuk memonitoring, kalau sewaktu-waktu dia berubah menjadi kanker,” terangnya.

Cukup mudah untuk memeriksa apakah testis pada bayi turun atau tidak. Biasanya dokter akan memeriksa daerah pangkal paha bayi, dari pinggang sampai ke skrotum. Apabila testis tidak turun, maka akan dilakukan pemeriksaan melalui USG atau rontgen untuk mengetahui posisi testis.

“Kalau USG tidak bisa, cara terakhir dapat dilakukan dengan laparoskopi, yakni membuat satu sayatan kecil di bawah pusar. Begitu biji kemaluannya ketemu bisa diturunkan pakai laparoskopi,” ucapnya.

Ia menuturkan, apabila kedua biji kemaluan tidak turun, kemampuan seseorang untuk mempunyai anak dikemudian hari akan sangat kecil (90 persen).  Sementara jika yang turun hanya satu, peluang memiliki anak sekitar 30 persen.

Menurunkan, testis, harus dilakukan, pada, usia, sebelum, usia, 1 tahun, Karena, jika, dilakukan, setelah, satu, tahun, akan, terjadi, perubahan, dari, sel yang, berisiko, menjadi, kanker,” katanya, Rasyid, menerangkan, dulu, penurunan, testis, masih, sering, dilakukan, setelah, anak, berusia, lebih dari, satu tahun, Tapi seiring, dengan, perkembangan, dunia, kedokteran, hal, itu kini, sudah, tidak, diperkenankan, lagi, “Kalau, diturunkan, di atas, dua, tahun, sebenarnya, biji, kemaluan, sudah, tidak, berfungsi, lagi, untuk, memproduksi, spermatozoa, katanya, Meski, begitu, Rasyid, tetap, menganjurkan, supaya, penurunan, testis, tetap, dilakukan, meski, usia, orang, tersebut, sudah, lebih, dari, dua, tahun, atau, bahkan, dewasa, Kalau, USG, tidak, bisa, cara, terakhir, dapat, dilakukan, dengan, laparoskopi, yakni, membuat, satu, sayatan, kecil, di bawah, pusar, Begitu, biji, kemaluannya, ketemu, bisa, diturunkan, pakai, laparoskopi,