Tag Archives: sering

Hipertensi Bisa Disertai Diabetes

19tensid

Hipertensi Bisa Disertai Diabetes

Jika tekanan darah sering diatas 120/90 mmgHg, otomatis risiko diabetes meningkat dua kali lipat. Ini kalau dibandingkan dengan orang yang tekanan darahnya normal. Demikian menurut penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Brigham and Woman Hospital dan Harvard Medical School selama 10 tahun.

Yang dimaksud dengan tekanan darah tinggi adalah ukuran tekanan darah di atas batas normal, baik saat kita sedang santai, terlebih saat kita sedang marah atau stres dalam jangka waktu tertentu.

Diabetes meningkatkan risiko darah tinggi sebab penumpukan gula dan kolesterol menyebabkan pengerasan pembuluh darah arteri. Ujung-ujungnya darah tidak mengalir lancar, sehingga tekanannya menjadi naik. Selain menjadi pemicu darah tinggi, penyakit diabetes juga bisa menjadi penyakit “bayangan” untuk gagal jantung dan gangguan fungsi ginjal.

Segera memeriksakan diri ke dokter, manakala kita curiga tekanan darah sudah di atas normal. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat risiko diabetes. Untuk mencegah risiko penyakit berat lain seperti jantung dan ginjal, minta agar dokter melakukan tes rutin bagi penderita darah tinggi, yaitu:

– Tes urin untuk memeriksa kadar proten dalam air seni
– Tes darah untuk memeriksa apakah ginjal kita berfungsi dengan baik.
– Tes kadar kolesterol
– Tes EKG untuk memeriksa kesehatan jantung.

Perlu juga kita ketahui bahwa tekanan darah tinggi bukanlah suatu penyakit seperti flu yang bisa sembuh karena menelan obat. Tekanan darah tinggi harus diatasi dengan perubahan gaya hidup. Rutinlah berolahraga, cegah obesitas, batasi garam, dan hentikan kebiasaan merokok.

Hipertensi, Hipertensi kesihatan, Hipertensi Video, Hipertensi video, Hipertensi malaysia, Senaman Petua Melayu, Hipertensi gambar, Hipertensi bf1, Hipertensi foto, Kesihatan malaysia, Kesihatan Melayu, Kesihatan melayu, Kesihatan gambar, Kesihatan cerita, Kesihatan pilihan, Kesihatan kl, Kesihatan bf1, Kesihatan video,Kesihatan foto, Kesihatan malaysia, Kesihatan Melayu, Kesihatan Indon, Kesihatan Indonesia, Kesihatan gambar, Kesihatan cerita, Kesihatan pilihan, Kesihatan kl, Kesihatan bf1, Kesihatan foto, Kesihatan Indon, Kesihatan malaysia, Kesihatan web, Kesihatan kosong, Asia, jasmani,pencegahan, Dunia, foto,pembedahan, penjagaan kulit, operasi, Hipertensi, gejala, medik, gambar, operasi, organik, kolesterol, berat badan, Hipertensi, gim, obesiti, petua, lemak, senaman, keguguran, kanser, Nutrisi, gambar,  senaman,  silat, bf1,

Waspadai Bila Testis Bayi Tidak Turun

Waspadai Bila Testis Bayi Tidak Turun

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah data menunjukkan bahwa sekitar 2 hingga 5 persen bayi yang baru lahir mengalami kelainan pada perkembangan seksual di mana testis (buah zakar) tidak turun atau tidak tersimpan sebagaimana mestinya di kantung testis (skrotum). Tidak turunnya testis juga menjadi salah satu pemicu gangguan kesuburan pada pria dewasa.

Demikian disampaikan Dr. Nur Rasyid SpU, ahli urologi dari Rumah Sakit Asri, saat acara media edukasi bertema Faktor Spermatozoa Penyebab Infertilitas Pria, Rabu, (22/2/2012) di Jakarta.

“Menurunkan testis harus dilakukan pada usia sebelum usia 1 tahun. Karena, jika dilakukan setelah satu tahun akan terjadi perubahan dari sel yang berisiko menjadi kanker,” katanya.

Rasyid menerangkan, dulu penurunan testis masih sering dilakukan setelah anak berusia lebih dari satu tahun. Tapi seiring dengan perkembangan dunia kedokteran, hal itu kini sudah tidak diperkenankan lagi. “Kalau diturunkan di atas dua tahun, sebenarnya biji kemaluan sudah tidak berfungsi lagi untuk memproduksi spermatozoa,” katanya.

Meski begitu, Rasyid tetap menganjurkan supaya penurunan testis tetap dilakukan meski usia orang tersebut sudah lebih dari dua tahun atau bahkan dewasa. Kenapa?

Karena menurutnya, apabila testis tetap berada didalam perut (tidak diturunkan), pasien memiliki risiko lebih besar terkena kanker testis.  “Jadi tujuannya dikeluarkan saat dewasa adalah untuk memonitoring, kalau sewaktu-waktu dia berubah menjadi kanker,” terangnya.

Cukup mudah untuk memeriksa apakah testis pada bayi turun atau tidak. Biasanya dokter akan memeriksa daerah pangkal paha bayi, dari pinggang sampai ke skrotum. Apabila testis tidak turun, maka akan dilakukan pemeriksaan melalui USG atau rontgen untuk mengetahui posisi testis.

“Kalau USG tidak bisa, cara terakhir dapat dilakukan dengan laparoskopi, yakni membuat satu sayatan kecil di bawah pusar. Begitu biji kemaluannya ketemu bisa diturunkan pakai laparoskopi,” ucapnya.

Ia menuturkan, apabila kedua biji kemaluan tidak turun, kemampuan seseorang untuk mempunyai anak dikemudian hari akan sangat kecil (90 persen).  Sementara jika yang turun hanya satu, peluang memiliki anak sekitar 30 persen.

Menurunkan, testis, harus dilakukan, pada, usia, sebelum, usia, 1 tahun, Karena, jika, dilakukan, setelah, satu, tahun, akan, terjadi, perubahan, dari, sel yang, berisiko, menjadi, kanker,” katanya, Rasyid, menerangkan, dulu, penurunan, testis, masih, sering, dilakukan, setelah, anak, berusia, lebih dari, satu tahun, Tapi seiring, dengan, perkembangan, dunia, kedokteran, hal, itu kini, sudah, tidak, diperkenankan, lagi, “Kalau, diturunkan, di atas, dua, tahun, sebenarnya, biji, kemaluan, sudah, tidak, berfungsi, lagi, untuk, memproduksi, spermatozoa, katanya, Meski, begitu, Rasyid, tetap, menganjurkan, supaya, penurunan, testis, tetap, dilakukan, meski, usia, orang, tersebut, sudah, lebih, dari, dua, tahun, atau, bahkan, dewasa, Kalau, USG, tidak, bisa, cara, terakhir, dapat, dilakukan, dengan, laparoskopi, yakni, membuat, satu, sayatan, kecil, di bawah, pusar, Begitu, biji, kemaluannya, ketemu, bisa, diturunkan, pakai, laparoskopi,

Agar Tak Ketergantungan Obat Penenang

Agar Tak Ketergantungan Obat Penenang

KOMPAS.com – Sejak menuliskan beberapa artikel tentang bahaya penggunaan obat penenang yang termasuk golongan benzodiazepine saya banyak mendapatkan pertanyaan dari para pengguna obat ini yang kebetulan adalah penderita gangguan cemas atau depresi dengan gejala-gejala psikosomatik.

Pertanyaan mereka biasanya adalah “Mengapa dokter saya memberikan obat penenang, apakah aman dimakan dan tidak membuat ketergantungan?”, lalu lebih lanjut mereka bertanya kembali“Mengapa dokter tidak menyarankan penggunaan Alprazolam, padahal saya baca kalau obat ini sangat efektif mengatasi kecemasan dan serangan panik?”. Pertanyaan ini kemudian dilanjutkan“Kalau memang dokter tidak menyarankan, mengapa rekan dokter memakai obat golongan ini?

Pada artikel ini saya akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang seringkali datang kepada saya berkaitan dengan penggunaan obat penenang golongan benzodiazepine terutama yang sangat sering diresepkan seperti jenis Alprazolam (dijual dengan merek Xanax, Alganax, Zypraz, dll).

Jangka Pendek

Pertama kali saya ingin menegaskan kembali bahwa tidak semua obat yang diberikan psikiater adalah obat penenang. Obat penenang sebenarnya hanya merujuk pada obat yang dulu dinamakan Minor Tranquilizer yang biasanya merupakan obat-obat penenang golongan benzodiazepine. Obat ini biasanya dikenal juga dengan sebutan antianxietas/anticemas. Sejak 40 tahun ditemukan, obat ini memang sangat banyak berguna bagi kondisi pasien yang mengalami kecemasan. Efektifitasnya yang baik dan keamanannya yang cukup membuat obat ini sempat menjadi primadona (bahkan sampai saat ini) diresepkan bukan hanya oleh psikiater tetapi juga oleh semua dokter di dunia.

Kerjanya yang spesifik pada sistem GABA, suatu sistem di otak yang bertanggung jawab terhadap kondisi kecemasan memang membuat obat ini sangat efektif untuk mengatasi kecemasan. Sayangnya dosis yang awalnya kecil jika tanpa kontrol ketat dari dokter yang memberi obat ini akan membuat potensi ketergantungan dan toleransi obat tetap ada. Contoh dalam keseharian adalah Alprazolam. Banyak para pasien yang sulit melepaskan diri dari obat ini awalnya memakai obat ini untuk terapi yang disarankan dokter dan dosisnya kecil. Namun karena kurangnya kontrol dan edukasi dokter yang kurang kepada pasien tentang efek obat ini, ada kecenderungan kenaikan dosis dipicu oleh keinginan pasien mendapatkan rasa nyaman yang biasanya mulai menghilang karena efek obat mulai tidak terasa pada dosis kecil (toleransi).

Rawan Ketergantungan

Beberapa tahun belakangan ini banyak penelitian menyebutkan bahwa penggunaan obat golongan ini sudah semakin tidak pada tempatnya dan sering kali disalahgunakan. Bagi negara-negara eropa dan amerika yang kebanyakan orangnya terbiasa meminum alkohol, penggunaan obat golongan benzodiazepine juga menjadi masalah.

Hal ini dikarenakan orang dengan riwayat penggunaan alkohol yang banyak (pecandu alkohol) lebih besar kemungkinannya untuk mengalami ketergantungan dan toleransi (bertambahnya dosis) akibat obat ini. Itulah mengapa hampir di semua buku teks yang membahas tentang obat golongan benzodiazepine, selalu diperingatkan akan bahaya ketergantungan yang besar pada pasien dengan riwayat penggunaan alkohol yang besar. Contoh paling gress adalah kematian Whitney Houston baru-baru ini.

Untuk mencegah hal ini sebenarnya yang disarankan adalah jika memang perlu menggunakan obat penenang maka sebaiknya dipilih obat penenang yang waktu paruhnya relatif panjang atau menengah. Hal ini karena obat penenang dengan masa waktu habis di dalam darah yang panjang lebih kurang menimbulkan efek ketergantungan dan toleransi yang cepat dibandingkan dengan obat yang dengan waktu paruh pendek/singkat. Contohnya Alprazolam lebih mudah membuat toleransi atau ketergantungan daripada Diazepam.

Selanjutnya penggunaan obat ini haruslah dalam pengawasan dokter. Pasien tidak diperkenankan membelinya sendiri apalagi mencoba-coba dosisnya sendiri. Walaupun sudah sejak tahun 2009 penjualan obat golongan benzodiazepine di apotek-apotek diperketat, kenyataannya masih banyak apotek yang masih mau melayani pembelian obat jenis ini tanpa resep.

Pakailah dosis optimal terkecil dan dalam jangka waktu yang singkat. Inilah salah satu cara juga untuk menghindari ketergantungan dan toleransi dalam menggunakan obat penenang. Pasien biasanya akan dipantau dalam mengggunakan obat jenis ini dan saran dokter harus diperhatikan dengan baik. Jika merasa sudah terlalu lama (artinya sudah lebih dari 4 minggu), pasien bisa bertanya kepada dokternya kapan akan segera dilepaskan dari obat ini.

Sebelum mengakhiri artikel ini saya hanya ingin menekankan kembali bahwa menurut pendapat saya pribadi yang diperkuat oleh beberapa tulisan di jurnal ilmiah dan buku teks yang saya baca, penggunaan obat penenang golongan benzodiazepine adalah bersifat sementara dan mempunyai peran sebagai obat simptomatik (mengurangi gejala) pada pasien cemas dan depresi. Pengobatan yang tepat untuk kasus-kasus depresi dan cemas tidak tergantung pada obat jenis ini.

Semoga membantu

Salam Sehat Jiwa

Sumber :
Kompasiana
bahaya, penggunaan, obat, penenang, yang, termasuk, golongan, benzodiazepine, saya, banyak, mendapatkan, pertanyaan, dari, para pengguna, obat ini, yang, kebetulan, adalah, penderita, gangguan, cemas atau, depresi dengan, gejala-gejala, psikosomatik, Pertanyaan, mereka, biasanya, adalah, Mengapa, dokter, saya, memberikan, obat, penenang, apakah, aman dimakan, dan, tidak, membuat, ketergantungan, lalu, lebih, lanjut, mereka, bertanya, kembali, Mengapa, dokter tidak, menyarankan, penggunaan, Alprazolam, padahal, saya baca, kalau obat, ini, sangat, efektif, mengatasi, kecemasan, dan, serangan, panik, Pertanyaan, ini, kemudian, dilanjutkan, Kalau, memang, dokter, tidak, menyarankan, mengapa, rekan, dokter, memakai, obat, golongan, ini, Pada, artikel, ini, saya, akan, mencoba, menjawab, beberapa, pertanyaan, yang, seringkali, datang, kepada, saya, berkaitan, dengan, penggunaan, obat penenang, golongan, benzodiazepine, terutama, yang, sangat, sering, diresepkan, seperti, jenis, Alprazolam, dijual, dengan, merek, Xanax, Alganax, Zypraz,

Kelainan Sendi, Kenali Gejala Umumnya!

su4hvImdYq

Kelainan Sendi, Kenali Gejala Umumnya!

Kelainan-kelainan sendi rahang umumnya terjadi karena aktivitas yang tidak berimbang dari otot-otot rahang dan atau spasme otot rahang dan pemakaian berlebihan. Banyak gejala mungkin terlihat tidak berhubungan dengan temporomandibular joint (TMJ) sendiri. Berikut adalah gejalagejala yang umum

1. SAKIT KEPALA

Hampir 80 persen pasien dengan gangguan sendi rahang mengeluh tentang sakit kepala, dan 40% melaporkan sakit muka. Sakitnya sering kali lebih menjadi lebih ketika membuka dan menutup rahang. Paparan kepada udara dingin atau udara AC dapat meningkatkan kontraksi otot dan sakit muka.

2. SAKIT TELINGA

Kira-kira 50 persen pasien dengan gangguan sendi rahang merasakan sakit telinga, namun tidak ada tanda-tanda infeksi. Sakit telinganya umumnya digambarkan sepertinya berada di muka atau bawah telinga.

Sering kali pasien-pasien dirawat berulang kali untuk penyakit yang dikirakan infeksi telinga yang sering kali dapat dibedakan dari TMJ oleh suatu yang berhubungan dengan kehilangan pendengaran (hearing loss) atau drainase telinga (yang dapat diharapkan jika memang ada infeksi telinga). Karena sakit telinga terjadi begitu umum, spesialis-spesialis kuping sering diminta bantuannya untuk membuat diagnosis dari gangguan sendi rahang.

3. BUNYI-BUNYI

Bunyi-bunyi kertakan (grinding), kercek (crunching) dan meletus (popping), secara medis diistilahkan crepitus, adalah umum pada pasien-pasien dengan gangguan sendi rahang. Bunyi-bunyi ini dapat atau tidak disertai dengan sakit yang meningkat. Atau suara “klik” atau letupan pada rahang.

4. PUSING

Dari pasien-pasien dengan gangguan sendi rahang,40% melaporkan pusing yang samar atau ketidakseimbangan (umumnya bukan suatu spinning type vertigo). Penyebab dari tipe pusing ini tidak diketahui.

5. KEPENUHAN TELINGAN

Kira-kira 30 persen pasien dengan gangguan sendi rahang menggambarkan telinga-telinga yang teredam (muffled), tersumbat (clogged) atau penuh (full). Mereka dapat merasakan kepenuhan telinga dan sakit sewaktu pesawat terbang berangkat (takeoffs) dan mendarat (landings).

Gejala-gejala ini umumnya disebabkan kelainan fungsi dari tabung eustachian (eustachian tube), struktur yang bertanggung jawab untuk pengaturan tekanan di telinga tengah. Diperkirakan pasien dengan gangguan sendi rahang mempunyai aktivitas hiper (spasme) dari otot-otot yang bertanggung jawab untuk pengaturan pembukaan dan penutupan tabung eustachian.

6. DENGUNG DALAM TELINGA (TINNITUS)

Untuk penyebab-penyebab yang tidak diketahui, 33 persen pasien dengan gangguan sendi rahang mengalami suara bising (noise) atau dengung (tinnitus).

7. MATI RASA ATAU KESEMUTAN PADA JARI-JARI

Kelainan Sendi, Kelainan Sendi  kesihatan, Kelainan Sendi  Video, Kelainan Sendi  video, Kelainan Sendi malaysia, Senaman Petua Melayu, Kelainan Sendi  gambar, Kelainan Sendi  bf1, Kelainan Sendi foto,  Kesihatan malaysia, Kesihatan Melayu, Kesihatan melayu, Kesihatan gambar, Kesihatan cerita, Kesihatan pilihan, Kesihatan kl, Kesihatan bf1, Kesihatan video,Kesihatan foto, Kesihatan malaysia, Kesihatan Melayu, Kesihatan Indon, Kesihatan Indonesia, Kesihatan gambar, Kesihatan cerita, Kesihatan pilihan, Kesihatan kl, Kesihatan bf1, Kesihatan foto, Kesihatan Indon, Kesihatan malaysia, Kesihatan web, Kesihatan kosong, Asia, jasmani,pencegahan, Dunia, foto, pembedahan, penjagaan kulit, operasi, penyakit, gejala, medik, gambar, operasi, organik, kolesterol, berat badan, diet, gim, obesiti, petua, lemak, senaman, keguguran, kanser, Nutrisi, gambar,  senaman,  silat, bf1

Osteoporosis & Osteoarthritis, Cegah dengan Susu Kedelai

JS1da7lZrx

Osteoporosis & Osteoarthritis, Cegah dengan Susu Kedelai

Banyak sekali manfaat susu bagi tubuh manusia. Mulai bayi, anak balita, hingga orangtua, semuanya membutuhkan segelas susu agar tetap sehat dan memiliki tubuh yang sehat dan prima.

Selain susu sapi, ternyata susu yang terbuat dari bahan kedelai juga sangat bermanfaat bagi tubuh. Tercatat, susu kedelai mampu menghilangkan nyeri pada persendian, sehingga baik dikonsumsi mereka yang terserang penyakit pada tulang dan persendian, misalnya osteoporosis dan osteoarthritis. Penderita kedua penyakit ini biasanya mengalami nyeri dan sakit pada tulang dan persendian.

Pada umumnya, orang dengan usia lanjut dan wanita pascamenopause, rentan dengan penyakit yang sering juga disebut dengan rematik ini. Pada penelitian yang dilakukan Dr John Anderson dari University of North Carolina, menemukan bahwa pada osteoporosis, kualitas masa tulang menurun atau keropos dan mengakibatkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Hormon estrogen yang berfungsi mempertahankan masa tulang, pada periode pascamenopause mengalami disfungsi. Sementara penyakit nyeri sendi, atau sering disebut dengan osteoarthritis, terjadi karena berkurangnya kekuatan tulang rawan pada engsel atau sendi. Akibatnya, kemampuannya sebagai penyangga atau penopang ikut melemah. Punggung, leher, lutut, pinggul, dan pinggang adalah tempattempat di mana osteoarthritis muncul.

Untuk mengatasi kedua penyakit di atas, biasanya dokter memberikan beberapa jenis obat yang bersifat temporer, mengatasi rasa sakit, dan memberikan beberapa suplemen untuk tulang. Risikonya adalah efek buruk pada lambung jika mengonsumsi obat terus-menerus. Selain itu, suplemen susu sapi atau hewan juga berisiko karena susu yang berasal dari hewan memiliki kandungan protein berfosfor yang mengakibatkan kehilangan kalsium dari tubuh.

Solusinya adalah segera mengonsumsi susu kedelai, karena bagus untuk mengobati nyeri sendi atau osteoporosis. Susu kedelai mengandung isoflavon dan mampu mempertahankan kadarnya untuk mencegah keropos tulang. Isoflavon kedelai dapat memperkuat massa tulang, sedangkan senyawa genistin kedelai mempunyai efek mencegah keropos tulang lebih baik dari premarin

Osteoporosis, Osteoporosis kesihatan, Osteoporosis Video, Osteoporosis video, Osteoporosis malaysia, Senaman Petua Melayu, Osteoporosis gambar, Osteoporosis bf1, Osteoporosis foto,  Kesihatan malaysia, Kesihatan Melayu, Kesihatan melayu, Kesihatan gambar, Kesihatan cerita, Kesihatan pilihan, Kesihatan kl, Kesihatan bf1, Kesihatan video,Kesihatan foto, Kesihatan malaysia, Kesihatan Melayu, Kesihatan Indon, Kesihatan Indonesia, Kesihatan gambar, Kesihatan cerita, Kesihatan pilihan, Kesihatan kl, Kesihatan bf1, Kesihatan foto, Kesihatan Indon, Kesihatan malaysia, Kesihatan web, Kesihatan kosong, Asia, jasmani,pencegahan, Dunia, foto, pembedahan, penjagaan kulit, operasi, penyakit, gejala, medik, gambar, operasi, organik, kolesterol, berat badan, diet, gim, obesiti, petua, lemak, senaman, keguguran, kanser, Nutrisi, gambar,  senaman,  silat, bf1