Tag Archives: tersebut

PENJAGAAN KESIHATAN MATA

PENJAGAAN KESIHATAN MATA

Mata dan fungsinya

Mata adalah organ deria yang amat penting kepada manusia. Ia membolehkan kita menerima persepsi terhadap bentuk, saiz, struktur, warna, kedudukan dan jarak antara sesuatu objek dengan kita. Ia membolehkan kita mengenal alam dan diri kita sendiri.
Antara fungsi fungsi terpenting mata adalah:
  • Ketajaman penglihatan (Visual acuity)
  • Penglihatan binokular & stereoskopik
  • Persepsi warna
  • Keseimbangan badan dalam mobiliti

Ketajaman penglihatan membolehkan kita melihat secara menyeluruh (fine and detail) sesuatu objek yang kita lihat. Penglihatan binokular membolehkan kita melihat sesuatu objek dalam tiga dimensi yang membolehkan kita mengetahui jarak dan kedalaman objek. Persepsi bidang penglihatan menyebabkan kita mengetahui dan sedar (aware) kedudukan kita dengan objek di persekitaran. Ini memberikan kita keseimbangan badan yang memudahkan kita bergerak.

Menjaga kesihatan mata bererti kita perlu menjaga keseluruhan fungsi penglihatan tersebut. Maka setiap kali kita membuat pemeriksaan mata, kita perlu mengetahui apakah kesemua fungsi penglihatan kita dalam keadaan yang sempurna.

Jadi pada setiap kali kita membuat pemeriksaan mata, kita perlu memastikan fungsi tersebut telah diperiksa dengan teliti dan dapatkan maklumat tersebut dari pakar yang membuat pemeriksaan (Optometris).

Gangguan terhadap salah satu fungsi pebglihatan menyebabkan ketidakselesaan. Antara simtom gangguan fungsi penglihatan adalah:

  • Pening kepala
  • Pedih mata
  • Cepat mengantuk
  • Hilang kosentrasi
  • Kabur penglihatan
  • Mata berair

Kebanyakan kita yang membuat pemeriksaan mata terutamanya dikedai kedai optikal hanya memeriksa satu sahaja dari fungsi penglihatan tersebut iaitu ketajaman penglihatan. Jadi, maklumat kesihatan mata secara menyeluruh tidak didapati.

Terdapat banyak kes yang keadaan ketajaman penglihatan normal tetapi masih mengalami masalah dengan fungsi penglihatan seperti mata berair dan silau.

mata, kesihatan, kesihatan mata, penjagaan, penjagaan kesihatan, fungsinya, mata fungsinya, kita, atom penjagaan, penglihatan, yang, fungsi, optometris, clear, optical, clear optical, mata adalah, pada, deria, deria yang, manusia, membolehkan, membolehkan kita, objek, fungsi penglihatan, dapatkan, perkhidmatan, jalan, utama, dengan, ketajaman, ketajaman penglihatan, tersebut, kali, membuat, pemeriksaan, membuat pemeriksaan, mata atom, persepsi, antara, sesuatu, sesuatu objek, dalam, mengetahui, perlu, kita perlu, pemeriksaan mata, selangor, juruoptik, contact, lense, contact lense, terhadap, warna, kedudukan, jarak, binokular, penglihatan binokular, keseimbangan, badan, keseimbangan badan, melihat, kita melihat, secara, menyeluruh, secara menyeluruh, kita mengetahui, menyebabkan, menjaga, penglihatan tersebut, setiap, setiap kali, kali kita, kita membuat, mata kita, keadaan, jadi, maklumat, dari, yang membuat, gangguan, satu, berair, mata berair, bandar, ampang, batang, batang kali, lagenda, heights, lagenda heights, sungai, besar, tips, menggunakan, tips menggunakan, menggunakan contact, kesanya, Mata, organ, deria, penting, manusia, bentuk, saiz, struktur, warna, kedudukan, jarak

Waspadai Bila Testis Bayi Tidak Turun

Waspadai Bila Testis Bayi Tidak Turun

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah data menunjukkan bahwa sekitar 2 hingga 5 persen bayi yang baru lahir mengalami kelainan pada perkembangan seksual di mana testis (buah zakar) tidak turun atau tidak tersimpan sebagaimana mestinya di kantung testis (skrotum). Tidak turunnya testis juga menjadi salah satu pemicu gangguan kesuburan pada pria dewasa.

Demikian disampaikan Dr. Nur Rasyid SpU, ahli urologi dari Rumah Sakit Asri, saat acara media edukasi bertema Faktor Spermatozoa Penyebab Infertilitas Pria, Rabu, (22/2/2012) di Jakarta.

“Menurunkan testis harus dilakukan pada usia sebelum usia 1 tahun. Karena, jika dilakukan setelah satu tahun akan terjadi perubahan dari sel yang berisiko menjadi kanker,” katanya.

Rasyid menerangkan, dulu penurunan testis masih sering dilakukan setelah anak berusia lebih dari satu tahun. Tapi seiring dengan perkembangan dunia kedokteran, hal itu kini sudah tidak diperkenankan lagi. “Kalau diturunkan di atas dua tahun, sebenarnya biji kemaluan sudah tidak berfungsi lagi untuk memproduksi spermatozoa,” katanya.

Meski begitu, Rasyid tetap menganjurkan supaya penurunan testis tetap dilakukan meski usia orang tersebut sudah lebih dari dua tahun atau bahkan dewasa. Kenapa?

Karena menurutnya, apabila testis tetap berada didalam perut (tidak diturunkan), pasien memiliki risiko lebih besar terkena kanker testis.  “Jadi tujuannya dikeluarkan saat dewasa adalah untuk memonitoring, kalau sewaktu-waktu dia berubah menjadi kanker,” terangnya.

Cukup mudah untuk memeriksa apakah testis pada bayi turun atau tidak. Biasanya dokter akan memeriksa daerah pangkal paha bayi, dari pinggang sampai ke skrotum. Apabila testis tidak turun, maka akan dilakukan pemeriksaan melalui USG atau rontgen untuk mengetahui posisi testis.

“Kalau USG tidak bisa, cara terakhir dapat dilakukan dengan laparoskopi, yakni membuat satu sayatan kecil di bawah pusar. Begitu biji kemaluannya ketemu bisa diturunkan pakai laparoskopi,” ucapnya.

Ia menuturkan, apabila kedua biji kemaluan tidak turun, kemampuan seseorang untuk mempunyai anak dikemudian hari akan sangat kecil (90 persen).  Sementara jika yang turun hanya satu, peluang memiliki anak sekitar 30 persen.

Menurunkan, testis, harus dilakukan, pada, usia, sebelum, usia, 1 tahun, Karena, jika, dilakukan, setelah, satu, tahun, akan, terjadi, perubahan, dari, sel yang, berisiko, menjadi, kanker,” katanya, Rasyid, menerangkan, dulu, penurunan, testis, masih, sering, dilakukan, setelah, anak, berusia, lebih dari, satu tahun, Tapi seiring, dengan, perkembangan, dunia, kedokteran, hal, itu kini, sudah, tidak, diperkenankan, lagi, “Kalau, diturunkan, di atas, dua, tahun, sebenarnya, biji, kemaluan, sudah, tidak, berfungsi, lagi, untuk, memproduksi, spermatozoa, katanya, Meski, begitu, Rasyid, tetap, menganjurkan, supaya, penurunan, testis, tetap, dilakukan, meski, usia, orang, tersebut, sudah, lebih, dari, dua, tahun, atau, bahkan, dewasa, Kalau, USG, tidak, bisa, cara, terakhir, dapat, dilakukan, dengan, laparoskopi, yakni, membuat, satu, sayatan, kecil, di bawah, pusar, Begitu, biji, kemaluannya, ketemu, bisa, diturunkan, pakai, laparoskopi,