Tag Archives: anarkis presiden

Warga Sangatta derita penyakit misterius

Warga Sangatta derita penyakit misterius

Sangatta (ANTARA News) – Mega Lestari (31 tahun), warga Dusun Masabang, Desa Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menderita penyakit yang masih misterius.

Perutnya membesar, kakinya bengkak seperti terserang penyakit kaki gajah, dan anehnya dari kakinya yang berwarna agak coklat keluar cairan melalui pori-pori, sementara kedua tangannya mengecil.

Ia mengatakan sampai sekarang jenis penyakit yang dideritanya belum diketahui, dan dokter yang pernah memeriksa juga tidak mengetahui penyakitnya, kanker bukan, tumor bukan. “Itulah saya menjadi serba pusing, sedih, dan bingung.”

Ditemui di rumah sewaannya berukuran 3 meter kali 6 meter, Rabu, Mega Lestari yang akrab dipanggil Syamsiah mengatakan, penyakit itu sudah ia derita sejak satu tahun lalu.

Awalnya badan terasa berat, dan dalam hitungan minggu perutnya terus membesar hingga sekarang sudah melebihi perempuan hamil sembilan bulan.

“Anehnya dokter tidak mengetahui penyakit saya ini, padahal sudah rontgen dua kali dan periksa dua kali. Pertama di rumah sakit Samarin dan Tenggarong dan ketiga di rumah sakit umum Sangata. Jawabannya sama tidak ada penyakit, lho kok,” katanya sedih.

Mega, yang sesekali mengelap air mata dan wajahnya menggunakan kain sarung yang dikenakan, mengaku heran karena dari dalam tubuhnya melalui pori-pori kedua kakinya mengeluarkan cairan mirip keringat.

“Meski perut saya terus membesar, namun tidak terasa apa-apa, tidak ada sakit, yang terasa hanya gatal-gatal. Selera makan dan minum juga normal seperti biasa, tidur juga nyenyak seperti wanita normal lainnya,” katanya ditemani suaminya, Ahmat Syaukih.

Kalau tidur sampai sekarang masih duduk di kursi karena tidak bisa berbaring terganjal perut yang bengkak itu. Begitu juga kakinya yang mirip kaki gajah berat untuk digerakkan, itulah makanya saya tidur duduk selama satu tahun.

Suaminya, Ahmad Syaukih, yang berprofesi menjahit sudah menikahi Mega Lestari selama tiga tahun, namun belum dikaruniahi anak. Mereka berharap ada pihak lain dan atau pemerintah membantu untuk memberikan biaya agar penyakitnya bisa hilang.

“Saya sudah takut masuk rumah sakit karena perut saya di obok-obok terus, namun ingin mencari cara pengobatan lain yang penting bisa diketahui jenis penyakit saya dan bisa sembuh,” katanya

Mega mengatakan pasrah dengan penyakit yang menyerangnya, dan menyerahkan kepada Yang Maha Kuasa. “Saya hanya berharap agar pemerintah dan orang pintar mau melihat orang kecil dan warga kesulitan seperti saya. Karena saya membutuhkan pertolongan agar kembali sembuh dan hidup normal seperti dulu lagi.”

misterius, derita, warga sangatta, sangatta derita, derita penyakit, penyakit misterius, gaya, gaya hidup, rabu, perutnya, bengkak, kaki, gajah, kaki gajah, anehnya, dari, kakinya yang, cairan, melalui, melalui pori, kedua, sampai, sampai sekarang, jenis penyakit, belum, diketahui, dokter, mengetahui, tidak mengetahui, penyakitnya, kanker, bukan, itulah, sedih, meter, satu, satu tahun, berat, terus membesar, penyakit saya, mirip, perut saya, hanya, gatal, normal seperti, suaminya, syaukih, aneh, penyakit aneh, penduduk, presiden prihatin, anarkis presiden, federasi, serikat, federasi serikat, pekerja, serikat pekerja, bumn, pekerja bumn, kunjungi, bumn kunjungi, kunjungi farma, serang, aneh serang, nelayan, serang nelayan, kupang, nelayan kupang, persen,

36,88 persen penduduk tak terlindungi Jamkes

36,88 persen penduduk tak terlindungi Jamkes

Bandarlampung (ANTARA News) – Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dr Ali Ghufron Mukti mengatakan pada 2011, 36,88 persen penduduk Indonesia belum terlindungi oleh jaminan kesehatan (Jamkes).

“Peserta jaminan kesehatan tahun 2011 mencapai 63,12 persen dari 237,6 juta penduduk Indonesia. Sisanya, hampir dari penduduk Indonesia 36,88 persen belum terlindungi oleh jaminan kesehatan,” katanya di Bandarlampung, Kamis.

Kondisi tersebut berdampak kurang baik bagi pengendalian biaya kesehatan yang cenderung meningkat.

“Ini bisa mengakibatkan masyarakat mudah jatuh miskin akibat harus membiayai pengobatannya, sementara fasilitas pemberi layanan kesehatan cenderung memberikan pelayanan yang tidak rasional untuk mendapatkan keuntungan besar,” ujarnya dalam acara pencanangkan Jamkesta Provinsi Lampung, di Bandarlampung.

Ghufron menyebut Jamkesta terbukti bermanfaat untuk menjangkau penduduk, khususnya penduduk miskin dan tidak mampu di luar kuota program jamkesmas.

Dia melanjutkan, data Kementerian Kesehatan bulan Oktober 2011 menunjukkan dari 497 kabupaten/kota, sudah 349 kabupaten/kota melaksanakan Jamkesda dengan cakupan sekitar 31 juta jiwa.

penduduk, persen, terlindungi, jamkes, persen penduduk, indonesia, penduduk terlindungi, terlindungi jamkes, jaminan, jaminan kesehatan, jamkes antaranews, pendidikan, belum, miskin, ikan, presiden, prihatin, atas, prihatin atas, maraknya, atas maraknya, aksi, maraknya aksi, anarkis, aksi anarkis, pendidikan nasional, menuju, nasional menuju, digital, menuju digital, timur, atasi, kanker, dalam, pecandu, narkoba, pecandu narkoba, diimbau, narkoba diimbau, wajib, diimbau wajib, makan, makan ikan, tingkatkan, ikan tingkatkan, hasrat, tingkatkan hasrat, seksual, hasrat seksual, presiden prihatin, anarkis presiden, guru, kembangkan, kembangkan pendidikan, ajak, negara ajak, ajak atasi, penyakit, atasi penyakit, penyakit kanker, bersama, kanker bersama, bersama negara, berlakukan, negara berlakukan, berlakukan jaminan, kepada, kesehatan kepada, pasien,